Prospek Pelonggaran The Fed Redam Data PDB Amerika, Greenback Tak Berdaya

avatar
· 阅读量 1,919
  • Dolar AS melemah, tertekan ekspektasi pemangkasan suku bunga the Fed meski PDB AS tumbuh kuat 4,3%.
  • Pasar perkirakan the Fed tahan suku bunga Januari, dengan pelonggaran baru dimulai pertengahan 2026; Indeks DXY turun ke level terendah sejak Oktober.
  • Mata uang utama menguat, euro, yen, dan pound naik versus dolar; Sentimen dolar makin terbebani data kepercayaan konsumen AS yang melemah.

Ipotnews - Dolar AS melemah, Selasa, dalam pekan yang dipersingkat hari libur, meski data menunjukkan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari perkiraan. Sentimen pasar terhadap dolar tetap tertekan oleh ekspektasi Federal Reserve akan mulai memangkas suku bunga tahun depan.
Laporan terbaru memperkuat pandangan bahwa the Fed akan menahan suku bunga pada pertemuan akhir Januari, dengan peluang keputusan tersebut mencapai 87 persen berdasarkan estimasi LSEG .
Pasar berjangka suku bunga kini memperkirakan pelonggaran kebijakan moneter berikutnya baru akan terjadi pada Juni, dengan dua kali pemangkasan masing-masing 25 basis poin diprediksi berlangsung sepanjang 2026, demikian laporan  Reuters,  di New York, Selasa (23/12) atau Rabu (24/12) pagi WIB.
"Dolar berpotensi bergerak lebih rendah pada awal tahun depan, karena the Fed akan semakin sulit mengabaikan pelemahan kondisi pasar tenaga kerja, sehingga pada akhirnya dipaksa bersikap lebih dovish," kata Direktur Silver Gold Bull, Erik Bregar.
Dia menambahkan bahwa pasar menginginkan pemangkasan suku bunga dan kemungkinan besar bank sentral akan merespons tekanan tersebut.
Data resmi menunjukkan produk domestik bruto Amerika Serikat tumbuh dalam laju tahunan 4,3 persen pada kuartal terakhir, jauh di atas perkiraan ekonom yang disurvei  Reuters  sebesar 3,3 persen.
Meski demikian, penguatan ekonomi tersebut belum cukup untuk membalikkan sentimen negatif terhadap dolar. Setelah rilis data PDB, dolar memangkas sebagian pelemahannya terhadap yen dan euro.
Kepala Ekonom Jefferies, Tom Simons, menilai data PDB secara sekilas memberi kesan bahwa ekonomi Amerika kembali melaju kencang setelah sempat tersendat akibat antisipasi kebijakan tarif. Namun, dia memperingatkan potensi revisi turun pada rilis final atau adanya koreksi signifikan pada kuartal keempat.
Pasca data PDB tersebut, dolar diperdagangkan 156,26 yen, masih melemah sekitar 0,5 persen. Terhadap euro, dolar juga memangkas kerugian namun tetap melemah, dengan mata uang tunggal Eropa itu berada di posisi USD1,1779, menguat 0,2 persen.
Yen sempat melesat di awal sesi setelah muncul sinyal terkuat sejauh ini mengenai kesiapan otoritas Tokyo untuk melakukan intervensi. Menteri Keuangan Jepang, Satsuki Katayama, menegaskan pemerintah memiliki keleluasaan untuk merespons pergerakan yen yang dinilai berlebihan.
Meski demikian, analis memperkirakan pelemahan yen masih akan berlanjut dalam jangka pendek, menyusul sikap hati-hati Bank of Japan yang mengindikasikan laju kenaikan suku bunga akan berlangsung lambat tahun depan.
Bregar menilai kenaikan suku bunga terakhir Bank of Japan bersifat kurang agresif, sehingga kembali mengecewakan pasar yang berharap dimulainya siklus pengetatan moneter. Kondisi tersebut mendorong pelaku pasar keluar dari posisi yang berspekulasi pada penguatan yen.
Indeks Dolar (Indeks DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama turun 0,2 persen menjadi 98,02. Indeks tersebut menyentuh posisi terendah sejak awal Oktober dan berada di jalur penurunan bulanan sekitar 1,4 persen, yang akan menjadi kerugian terbesar sejak Agustus.
Secara tahunan, Indeks DXY anjlok sekitar 9,6 persen, penurunan paling tajam sejak 2017. Analis MUFG menilai pelemahan dolar tahun ini kemungkinan bukan sekadar fenomena sementara.
Tekanan tambahan pada dolar datang dari data kepercayaan konsumen AS yang memburuk pada Desember. The Conference Board melaporkan indeks kepercayaan konsumen turun 3,8 poin menjadi 89,1, lebih rendah dari perkiraan ekonom sebesar 91,0.
Sementara itu, poundsterling menguat 0,2 persen terhadap dolar jadi USD1,3483, setelah sebelumnya menyentuh puncak tertinggi dalam 12 pekan di USD1,35. Versus franc Swiss, dolar melemah 0,4 persen ke posisi 0,7886 franc, setelah sempat jatuh ke level terendah tiga bulan di 0,7867 franc. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest