IDXChannel - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memandang sektor batu bara sepanjang 2025 cukup menantang seiring dengan banjirnya pasokan global yang menekan harga di pasaran.
Direktur Adaro Andalan Lie Luckman mengungkapkan, oversupply batu bara termal menjadi faktor utama yang menekan harga sepanjang tahun ini.
Patok Kurs Acuan, Dividen Interim AADI Capai Rp538,08 per Saham“Permintaan di 2025 masih ada, terutama didorong oleh kebutuhan listrik dari industri di negara-negara berkembang. Namun, pertumbuhannya memang sedikit melambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ujar Lie dalam laporan hasil public expose di keterbukaan informasi, Rabu (24/12/2025).
Menurutnya, tekanan harga batu bara terutama dipicu oleh peningkatan produksi dari negara-negara pengimpor utama seperti China dan India. Kedua negara tersebut memiliki kapasitas produksi domestik yang besar dan kini lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan dari dalam negeri, sehingga volume impor batu bara mengalami penurunan.
Tiga Emiten Setor Dividen Interim Hari Ini, Terbesar AADI Rp4,12 Triliun“Secara global, di 2025 ini terdapat oversupply batu bara termal. China dan India meningkatkan produksi dalam negeri sehingga impor mereka turun, dan hal ini mendorong harga batu bara jatuh sepanjang 2025,” tuturnya.
作者:25/12/2025 05:00 WIB,文章来源Idxchannel,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发