Harga Logam Mulia Terkoreksi, Perak Merosot Usai Tembus Rekor USD80

avatar
· 阅读量 709
  • Emas turun 1,7% ke USD4.455, dan perak mundur dari rekor, terdorong aksi ambil untung.
  • Perak tetap melonjak 181% tahun ini; emas naik 72%, didukung permintaan industri, bank sentral, dan ekspektasi suku bunga rendah.
  • Logam lain ikut koreksi: platinum turun 6,2%, paladium anjlok 11,4%, mencerminkan tekanan luas di pasar logam mulia.

Ipotnews - Harga logam mulia melemah, Senin, setelah reli kuat sebelumnya, seiring aksi ambil untung investor dan meredanya sentimen lindung nilai akibat meredanya ketegangan geopolitik.
Perak terkoreksi setelah sempat menembus level USD80 per ons, sementara emas turun dari posisi mendekati rekor tertinggi sepanjang masa.
Harga emas spot merosot turun 1,7 persen menjadi USD4.455,34 per ons pada pukul 14.07 WIB, setelah menyentuh rekor tertinggi di USD4.549,71, Jumat lalu, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Senin (29/12).
Sementara, harga emas berjangka Amerika Serikat untuk kontrak pengiriman Februari menyusut 1,2 persen ke posisi USD4.500,30 per ons.
Perak spot masih mencatat kenaikan harian 4,6 persen ke posisi USD75,47 per ons, meski mundur dari rekor tertinggi sepanjang masa di USD83,62 per ons yang dicapai pada awal sesi.
Chief Market Analyst KCM Trade, Tim Waterer, mengatakan tekanan terhadap harga emas dan perak dipicu oleh kombinasi aksi ambil untung dan perkembangan diplomatik yang dinilai konstruktif antara Amerika Serikat dan Ukraina.
Menurutnya, pembicaraan yang tampak produktif mengenai potensi kesepakatan damai mengurangi minat investor terhadap aset safe haven.
Minggu, Presiden AS Donald Trump menyatakan dirinya dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy "semakin dekat, bahkan mungkin sangat dekat" untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang di Ukraina. Pernyataan tersebut turut menekan permintaan emas dan perak sebagai aset lindung nilai.
Meski terkoreksi, kinerja perak sepanjang tahun ini tetap menonjol. Logam tersebut meroket sekitar 181 persen sejak awal tahun, melampaui kenaikan emas.
Penguatan tajam perak didorong penetapannya sebagai mineral kritis di Amerika Serikat, keterbatasan pasokan, serta rendahnya tingkat persediaan di tengah melonjaknya permintaan industri dan investasi.
Emas juga mencatat reli signifikan sepanjang 2025 dengan kenaikan sekitar 72 persen dan berulang kali mencetak rekor harga baru.
Kenaikan emas ditopang sejumlah faktor, termasuk ekspektasi penurunan suku bunga lanjutan di Amerika Serikat, ketegangan geopolitik, permintaan yang kuat dari bank sentral, serta meningkatnya kepemilikan emas melalui ETF.
Waterer menilai level USD5.000 per ons berpotensi menjadi target harga emas tahun depan, dengan catatan bos Federal Reserve berikutnya mengadopsi kebijakan moneter yang lebih dovish.
Dia juga memperkirakan perak memiliki peluang menuju level USD100 per ons pada 2026, jika penurunan suku bunga berlanjut, permintaan industri tetap kuat, dan pasokan masih terbatas.
Pelaku pasar saat ini masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga Amerika tahun depan, sambil menantikan risalah pertemuan Desember the Fed untuk mendapatkan petunjuk arah kebijakan selanjutnya.
Dalam lingkungan suku bunga rendah, aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas dan perak cenderung tampil lebih baik.
Sementara itu, logam mulia lainnya juga mengalami koreksi tajam. Harga platinum spot anjlok 6,2 persen menjadi USD2.298,45 per ons setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di USD2.478,50. Paladium bahkan ambles 11,4 persen ke posisi USD1.705,15 per ons, menandai tekanan kuat di pasar logam mulia secara keseluruhan. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest