Antara Elon Musk, China, dan Ambisi Persaingan Robotik Dunia

avatar
· 阅读量 267
Antara Elon Musk, China, dan Ambisi Persaingan Robotik Dunia
Elon Musk - Foto: REUTERS/Hamad I Mohammed
Jakarta

Membuat robot humanoid bakal jadi proyek besar bagi miliarder Elon Musk. Robot bakal diposisikan sebagai inti dari valuasi Tesla, yang menurutnya bisa mencapai puluhan triliun dolar. Hanya saja sampai sekarang, Tesla belum menjual robot humanoid andalannya yang bernama Optimus secara bebas.

Hanya saja, besar kemungkinan sejumlah perusahaan China akan mendahului Tesla dan mulai meningkatkan produksi robot pada tahun 2026. Beberapa tahun ke belakang, Beijing menempatkan teknologi ini sebagai pusat rencana strategisnya.

"China saat ini memimpin Amerika Serikat dalam komersialisasi awal robot humanoid," kata Andreas Brauchle, Mitra di Perusahaan Konsultan Horváth dilansir dari CNBC, Rabu (31/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Harta Elon Musk Tembus Rp 12.433 T, Salip Pendiri Google

"Meskipun kedua negara diperkirakan akan membangun pasar yang sama besarnya dari waktu ke waktu, Tiongkok berkembang lebih cepat dalam fase awal ini," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Robot humanoid dirancang untuk berbentuk dan bergerak seperti manusia. Algoritma kecerdasan buatan mendukung kemampuan mereka bersama dengan perangkat keras kompleks seperti semikonduktor. Robot ini dapat digunakan di berbagai lingkungan, mulai dari pabrik, perhotelan, dan bahkan di rumah.

Dalam beberapa tahun terakhir, China telah menjadikan robotika sebagai fokus utama strategi teknologinya, dengan meluncurkan rencana untuk menciptakan rantai pasokan dan produksi massal mesin-mesin tersebut.

Presiden China Xi Jinping dan para pemimpin tertinggi negara itu, yang dikenal sebagai Komite Sentral, bertemu pada bulan Oktober dan merilis proposal untuk rencana lima tahun ke 15. Ini adalah sebuah dokumen yang menjabarkan beberapa area fokus utama bagi Beijing dalam beberapa tahun mendatang.

Bagi China, robot humanoid mewakili peluang untuk mengatasi tantangan tenaga kerja di ekonomi terbesar kedua di dunia serta memajukan upaya Beijing untuk supremasi teknologi.

"Dorongan China ke dalam pengembangan robotika humanoid didorong oleh kombinasi dari mengatasi tekanan demografis, mendorong cakrawala pertumbuhan ekonomi berikutnya, dan memperkuat perannya dalam persaingan global," kata Karel Eloot, mitra senior di McKinsey & Company.

Angka kelahiran di China menurun dan populasi menua, yang menyebabkan berkurangnya jumlah orang dalam angkatan kerja dan meningkatnya biaya tenaga kerja. Robot dipandang sebagai cara untuk mengatasi hal ini.

(kil/kil)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest