Tembaga Menguat di Awal 2026 Pasca Bukukan Rekor Tertinggi Tahun Lalu

avatar
· 阅读量 595
  • Tembaga menguat awal 2026 setelah lonjakan 42% sepanjang 2025 karena permintaan kuat dan gangguan pasokan.
  • Melemahnya dolar & permintaan AI/energi terbarukan mendukung harga tembaga.
  • Pergerakan logam industri lain variatif, aluminium turun tipis, nikel naik moderat.

Ipotnews - Harga tembaga London menguat, Jumat, menandai awal positif 2026 setelah mencatat lonjakan luar biasa sepanjang 2025. Tahun lalu, harga logam merah ini melambung lebih dari 40% ke level tertinggi sepanjang masa, didorong permintaan yang kuat serta gangguan pasokan di sektor pertambangan.
Kontrak tembaga tiga bulan di London Metal Exchange (LME) menguat 0,8% menjadi USD12.525 per metrik ton pada pukul 08.44 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Jumat (2/1).
Sementara itu, pasar Shanghai Futures Exchange di China tutup pada hari ini.
Sepanjang 2025, tembaga LME mencatatkan rekor tertinggi, melejit 42%, dipicu oleh melemahnya dolar AS, lonjakan permintaan dari sektor kecerdasan buatan (AI) dan energi terbarukan, serta gangguan pasokan dari tambang.
Melemahnya dolar membuat komoditas yang diperdagangkan dalam greenback lebih murah bagi pemegang mata uang lain, turut mendukung harga tembaga di pasar internasional.
Untuk 2026, pergerakan harga tembaga, yang banyak digunakan dalam sektor kelistrikan dan konstruksi, diperkirakan sangat dipengaruhi oleh permintaan dari China.
Aktivitas manufaktur di China secara tak terduga meningkat pada Desember 2025, memutus tren penurunan selama delapan bulan berturut-turut. Lonjakan ini ditopang oleh naiknya pesanan sebelum liburan, di tengah upaya pemerintah mendorong sektor manufaktur senilai USD19 triliun tanpa memperparah tekanan deflasi.
Sementara itu, logam industri lainnya menunjukkan pergerakan variatif. Aluminium turun tipis 0,1% menjadi USD2.992 per ton, seng (zinc) naik 0,1% jadi USD3.121, timbal (lead) bertambah 0,1% ke posisi USD2.012, timah hampir tidak berubah di USD40.545, dan nikel menguat 0,6% menjadi USD16.750 per ton. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest