Pasardana.id – Riset harian Samuel Sekuritas menyebutkan, Pasar AS ditutup melemah pada Rabu (31 Des): Dow -0.63%, S&P 500 -0.74%, dan Nasdaq -0.76%. Indeks-indeks utama Wall Street ditutup lebih rendah pada sesi perdagangan terakhir 2025, namun tetap mencatatkan kenaikan tahunan yang kuat setelah tahun yang volatil, ditandai oleh ketidakpastian terkait kebijakan tarif Presiden Donald Trump serta antusiasme yang kuat terhadap saham-saham terkait AI. Imbal hasil (yield) U.S. Treasury tenor 10 tahun naik +0.60% (-0.025 bps) menjadi 4.175%, sementara USD Index naik +0.04% ke 98.0.
Pasar komoditas ditutup bervariasi pada Selasa (30 Des): minyak Brent - 0.03% ke USD 61.92/bbl, batu bara -1.20% ke USD 106.65/ton, CPO +0.57% ke MYR 4,070/ton, dan emas +0.16% ke USD 4,339/oz.
Pasar Asia ditutup mayoritas melemah di akhir tahun: Kospi -0.15%, Hang Seng -0.87%, Nikkei -0.37%, dan Shanghai +0.09%. JCI naik tipis +0.03% ke 8,646.9, dengan total foreign net sell sebesar IDR 938 miliar; IDR -888.8 miliar di pasar reguler, dan IDR -49.2 miliar di pasar negosiasi. Arus keluar asing terbesar di pasar reguler tercatat pada BBRI (IDR 415.6 miliar), diikuti DEWA (IDR 267.9 miliar), dan BUMI (IDR 109.1 miliar). Arus masuk asing terbesar di pasar reguler tercatat pada FILM (IDR 137.6 miliar), diikuti UNTR (IDR 82.4 miliar), dan PTRO (IDR 68.7 miliar). Penggerak naik (leading movers) utama adalah FILM, SMMA, BREN, sementara penggerak turun (lagging movers) utama adalah BBRI, DCII, AMMN.
Adapun diperdagangan Jumat (02/1) pagi ini, KOSPI diperdagangkan melemah di -0.37%.
“Menyikapi beragam kondisi tersebut diatas, Kami memperkirakan JCI akan melemah hari ini di tengah sentimen negatif dari pasar regional,” sebut analis Samuel Sekuritas dalam riset Jumat (02/1/2026).

暂无评论,立马抢沙发