- Harga minyak melemah di awal Asia, Brent ke USD60,41 dan WTI ke USD56,91 per barel.
- Gejolak politik Venezuela dipantau, namun fasilitas minyak tidak terdampak.
- Pasokan global melimpah dan OPEC + tahan produksi, menekan harga minyak.
Ipotnews - Harga minyak melemah pada perdagangan awal Asia, Senin, di tengah pasokan global yang melimpah, meski pasar mencermati potensi gangguan pengiriman akibat gejolak politik di Venezuela, negara anggota OPEC .
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, turun 34 sen menjadi USD60,41 per barel pada pukul 06.08 WIB, demikian laporan Reuters, di Singapura, Senin (5/1).
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), menyusut 41 sen menjadi USD56,91 per barel.
Pelemahan harga terjadi setelah Amerika Serikat pada akhir pekan lalu menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dari Caracas. Presiden AS Donald Trump menyatakan Washington akan mengambil alih kendali negara penghasil minyak tersebut.
Meski demikian, dua sumber yang mengetahui operasi di perusahaan minyak negara PDVSA mengatakan serangan AS tersebut tidak menyebabkan kerusakan pada fasilitas produksi maupun pengilangan minyak Venezuela.
Pada hari yang sama, OPEC dan sekutunya dalam kelompok OPEC + menggelar pertemuan bulanan dan memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi minyak.
Analis menilai pasokan minyak di pasar global saat ini masih sangat memadai, sehingga gangguan tambahan terhadap ekspor Venezuela diperkirakan tidak akan memberikan dampak signifikan terhadap harga minyak dalam waktu dekat. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发