- Dolar AS stabil menjelang rilis data ketenagakerjaan utama, meski data lowongan kerja dan ADP menunjukkan pelemahan pasar tenaga kerja.
- Indeks DXY menguat tipis, sementara euro melemah terbatas akibat inflasi Jerman yang lebih rendah dari perkiraan.
- Sentimen global dipengaruhi geopolitik dan komoditas; dolar Australia menguat, sedangkan yen dan mata uang lain bergerak terbatas.
Ipotnews - Dolar AS bergerak relatif stabil terhadap mata uang utama dunia, termasuk yen Jepang dan euro, pada sesi Rabu, seiring pelaku pasar menyesuaikan posisi menjelang serangkaian rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dijadwalkan pekan ini.
Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah lowongan pekerjaan pada November turun lebih besar dari perkiraan, disertai perlambatan perekrutan, yang mengindikasikan permintaan tenaga kerja terus melemah, demikian laporan Reuters, di New York, Rabu (7/1) atau Kamis (8/1) pagi WIB.
Di sisi lain, data Institute for Supply Management (ISM) memperlihatkan aktivitas sektor jasa AS secara tak terduga menguat sepanjang Desember. Namun, laporan ketenagakerjaan nasional ADP mencatat pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta pada Desember hanya pulih secara terbatas dan berada di bawah ekspektasi pasar.
Perhatian investor kini tertuju pada laporan nonfarm payrolls yang lebih komprehensif dan sangat dinantikan, yang akan dirilis pada Jumat.
Versus mata uang safe-haven, dolar menguat 0,24% menjadi 0,797 terhadap franc Swiss dan naik 0,08% ke posisi 156,75 yen.
Indeks Dolar (Indeks DXY), yang mengukur kekuatan greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama termasuk euro dan yen, naik tipis 0,07% menjadi 98,68.
Analis Monex Canada, Olivier Bellemare, menilai pergerakan dolar saat ini lebih bersifat taktis. Menurutnya, tanpa pembaruan kebijakan yang tegas, pergerakan dolar cenderung memudar.
Bellemare menambahkan bahwa fokus utama pasar adalah data ketenagakerjaan pekan ini, karena investor masih mencari sinyal inflasi yang lebih persisten sebagai dasar penentuan arah dolar terhadap mata uang lainnya.
Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan geopolitik dan komoditas. Harga minyak melemah, Rabu, sementara China mengecam Amerika Serikat sebagai pihak yang bertindak sewenang-wenang setelah pemerintahan Presiden Donald Trump menyatakan berhasil membujuk Venezuela untuk mengalihkan pasokan minyaknya dari Beijing.
Di Eropa, euro melemah tipis setelah sebelumnya jatuh pada sesi Selasa. Pelemahan ini terjadi setelah inflasi Jerman pada Desember melambat lebih besar dari perkiraan, mendorong pelaku pasar sedikit mengurangi spekulasi kenaikan suku bunga pada awal 2027.
Sejak musim panas lalu, pasar memperkirakan suku bunga kebijakan Eropa akan stabil hingga 2026, sebelum Bank Sentral Eropa diperkirakan mengetatkan kebijakan pada 2027 seiring potensi tekanan inflasi dari stimulus fiskal Jerman. Euro tercatat turun 0,04% menjadi USD 1,1682, setelah sehari sebelumnya melorot 0,28%.
Ketegangan Jepang-China turut menjadi sorotan pasar. Selasa, China melarang ekspor barang penggunaan ganda ke Jepang yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan militer, sebagai respons terbaru atas pernyataan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada awal November terkait Taiwan.
Analis menilai langkah tersebut tidak berdampak signifikan pada pasar valuta asing, namun menekan bursa saham Jepang yang anjlok sekitar 1%, Rabu. Sejumlah analis juga menilai meningkatnya ketegangan ini dapat menjadi alasan bagi Bank of Japan untuk bersikap lebih berhati-hati dalam melanjutkan kenaikan suku bunga.
Di kawasan Asia Pasifik, dolar Australia menguat hingga mencapai level tertinggi sejak Oktober 2024 di USD0,6766, didorong laporan inflasi yang variatif namun tetap membuka peluang kenaikan suku bunga dalam waktu dekat. Sementara itu, dolar Selandia Baru melemah 0,14% ke posisi USD0,5776.
Analis Goldman Sachs yang dipimpin Stuart Jenkins dalam catatan kepada investor menyatakan kondisi makro global yang cenderung "risk-on" pada 2026, ditambah berbagai faktor regional dan valuasi, diperkirakan mendukung prospek positif bagi dolar Australia dan Selandia Baru terhadap greenback sepanjang tahun ini. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发