Harga CPO Melejit, Ditopang Minyak Nabati dan Ringgit Malaysia

avatar
· 阅读量 173

JAKARTA, investor.id -Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) melejit pada Rabu (7/1/2026). Penguatan itu didorong oleh penguatan harga minyak nabati pesaing di pasar Dalian dan Chicago, serta melemahnya nilai tukar ringgit.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Rabu (7/1/2026), kontrak berjangka CPO untuk Januari 2026 naik 32 Ringgit Malaysia menjadi 3.960 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Februari 2026 melejit 40 Ringgit Malaysia menjadi 4.013 Ringgit Malaysia pe ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Maret 2026 melesat 43 Ringgit Malaysia menjadi 4.033 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2026 melonjak 42 Ringgit Malaysia menjadi 4.042 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak berjangka CPO Mei 2026 juga terkerek 41 Ringgit Malaysia menjadi 4.042 Ringgit Malaysia per ton. Begitu juga dengan Kontrak berjangka CPO Juni 2026 yang menanjak 40 Ringgit Malaysia menjadi 4.031 Ringgit Malaysia per ton.
"Perdagangan CPO di Bursa Malaysia dibuka sedikit lebih tinggi, mengikuti pergerakan spread terhadap minyak nabati pesaing," ujar seorang pedagang berbasis di Kuala Lumpur dikutip dari TradingView.
Di China, kontrak minyak kedelai paling aktif di Dalian menguat 0,73%, sementara kontrak minyak sawitnya naik 0,66%. Sementara itu, harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade ( CBOT ) juga meningkat 0,67%.
Harga minyak sawit cenderung mengikuti pergerakan minyak nabati pesaing karena saling bersaing dalam memperebutkan pangsa pasar minyak nabati global.
Ringgit Melemah
Dari sisi mata uang, Ringgit Malaysia, yang menjadi mata uang transaksi kontrak, melemah 0,3% terhadap dolar Amerika Serikat (AS), sehingga membuat harga minyak sawit lebih murah bagi pemegang mata uang asing.
Di sisi lain, Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Rabu menyatakan bahwa pemerintah berpotensi menyita tambahan 4 juta hingga 5 juta hektare perkebunan kelapa sawit tahun ini, di luar 4,1 juta hektare yang telah disita sepanjang tahun lalu.
Para analis menilai, jika dikombinasikan dengan rencana ambisius Indonesia dalam pengembangan biodiesel, langkah penyitaan tersebut berpotensi memberikan tekanan tambahan terhadap pasokan global dan mendorong kenaikan harga minyak sawit dunia.

Sumber : investor.id

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest