Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memanggil sejumlah perusahaan minyak besar AS ke Gedung Putih. Pertemuan itu dilakukan untuk membahas rencana investasi energi di Venezuela.
Dikutip dari CNBC, Sabtu (10/1/2026) deretan bos-bos perusahaan minyak yang hadir di antaranya CEO Exxon Darren Woods, CEO ConocoPhillips Ryan Lance, dan Wakil Ketua Chevron Mark Nelson, hingga Eksekutif dari Halliburton, Valero dan Marathon
Trump mengatakan perusahaan minyak akan berinvestasi setidaknya US$ 100 miliar atau setara Rp 1.684 triliun (kurs Rp 16.842) untuk membangun kembali sektor energi di Venezuela. Sementara pemerintah AS akan memberikan keamanan dan perlindungan sehingga perusahaan AS dapat balik modal dan memperoleh keuntungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Raksasa Minyak Global Rebutan Minyak Venezuela |
Untuk diketahui, Venezuela memiliki cadangan minyak mentah terbukti terbesar di dunia, yaitu 303 miliar barel atau sekitar 17% dari total global, menurut Badan Informasi Energi AS. Namun sektor minyaknya berada dalam kondisi yang sangat buruk.
Menurut data dari perusahaan konsultan energi Kpler, produksi telah menurun dari puncaknya sekitar 3,5 juta barel per hari pada tahun 1990-an menjadi hanya sekitar 800.000 barel per hari saat ini. Rystad Energy memperkirakan akan membutuhkan biaya lebih dari US$ 180 miliar hingga tahun 2040 agar produksi Venezuela mencapai 3 juta barel per hari.
(ada/ara)作者:Aulia Damayanti -,文章来源republika_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发