IDXChannel - Harga minyak kemungkinan akan turun lebih lanjut pada 2026 sebelum akhirnya bergerak stabil. Hal itu dipengaruhi pertumbuhan pasokan yang kembali melampaui permintaan, meskipun penurunan mungkin lebih dangkal daripada yang diperkirakan pasar.
Analis di Bernstein memperkirakan harga minyak mentah Brent rata-rata USD65 per barel pada 2026, turun dari sekitar USD69 pada 2025 tetapi masih di atas konsensus USD61, seperti dikutip dari Investing pada Minggu (11/1/2026).
Purbaya Proyeksi Ekonomi 2025 Tumbuh 5,2 Persen di Tengah Dinamika Kurs dan Harga MinyakMereka melihat seepanjang 2026 sebagai titik terendah siklus, dengan harga pulih menuju USD70 pada 2027, mendekati tingkat biaya marginal.
Pembelian oleh China untuk cadangan minyak strategisnya mungkin akan menyerap sebagian kelebihan pasokan, tetapi tidak cukup untuk mencegah penumpukan stok. Risiko penurunan diperkirakan paling tinggi pada awal 2026, dengan kondisi pasar membaik pada paruh kedua.
Harga Minyak Naik 3 Persen Sepekan di Tengah Risiko GeopolitikBernstein memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global sekitar 0,8 juta barel per hari tahun depan, tertinggal dari pertumbuhan pasokan non-OPEC sebesar 1,2 juta barel per hari.
作者:11/01/2026 22:20 WIB,文章来源Idxchannel,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发