Harga CPO Menguat Dua Hari Beruntun, Terkatrol Minyak Nabati Pesaing

avatar
· 阅读量 239
  • Harga CPO naik didorong penguatan minyak nabati pesaing dan ekspor awal Januari yang melonjak.
  • Minyak mentah dan soyoil menguat, menopang prospek CPO sebagai bahan biodiesel.
  • Risiko penahan kenaikan datang dari stok CPO tinggi dan penguatan ringgit.

Ipotnews - Minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia menguat untuk hari kedua berturut-turut, Selasa, didorong kenaikan harga minyak nabati pesaing serta data ekspor awal Januari yang menunjukkan tren positif.
Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman Maret di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melonjak 41 ringgit atau sekitar 1 persen menjadi 4.131 ringgit (USD1.018,99) per ton pada jeda perdagangan tengah hari, demikian laporan  Reuters,  di Kuala Lumpur, Selasa (13/1).
Seorang trader yang berbasis di Kuala Lumpur mengatakan harga CPO bergerak lebih tinggi seiring penguatan minyak biji-bijian pesaing.
Menurutnya, kontrak saat ini diperdagangkan stabil di atas level 4.100 ringgit, ditopang faktor teknikal serta data ekspor periode 1-10 Januari.
Lembaga survei kargo memperkirakan ekspor produk minyak sawit Malaysia sepanjang 1-10 Januari melasat antara 17,7 persen hingga 29,2 persen dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.
Di sisi lain, seorang pejabat senior pemerintah Indonesia menyatakan rencana penerapan mandatori biodiesel B50--yang mencampurkan 50 persen bahan bakar berbasis sawit dengan solar--masih bergantung pada selisih harga antara minyak mentah dan CPO.
Di pasar global, kontrak minyak kedelai (soyoil) paling aktif di Dalian naik 0,43 persen, sementara kontrak minyak sawitnya melambung 1,62 persen. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade juga menguat 0,62 persen.
Harga CPO umumnya mengikuti pergerakan minyak pesaing karena berkompetisi memperebutkan pangsa pasar minyak nabati (vegetable oil) dunia.
Harga minyak mentah turut menguat, didorong meningkatnya kekhawatiran terkait Iran dan potensi gangguan pasokan, yang mengimbangi prospek bertambahnya pasokan minyak dari Venezuela.
Kenaikan harga minyak mentah ini membuat CPO semakin menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Namun demikian, persediaan CPO Malaysia melonjak pada Desember hingga mendekati level tertinggi dalam tujuh tahun terakhir, menembus ambang psikologis 3 juta ton.
Lonjakan ini terjadi karena produksi bulanan terkuat dalam delapan tahun terakhir hanya diimbangi oleh pemulihan ekspor yang relatif terbatas.
Sementara itu, nilai tukar ringgit--mata uang perdagangan minyak sawit--menguat 0,15 persen terhadap dolar AS, sehingga membuat CPO sedikit lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Analis teknikal Reuters, Wang Tao, memperkirakan harga minyak sawit masih berpeluang naik menuju level 4.180 ringgit per ton setelah berhasil menembus level resistance kunci di 4.099 ringgit. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest