JAKARTA, investor.id -Nilai tukar rupiah (IDR) kembali melemah terhadap dolar AS (USD) pada Selasa, 13 Januari 2026.
Pada perdagangan Selasa sore (13/1/2026), kurs rupiah ditutup melemah 22 poin terhadap dolar AS, setelah sebelumnya sempat melemah 30 poin di level Rp 16.877 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.855.
Direktur PT. Traze Andalan Futures,Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa pelemahan kurs rupiah disebabkan oleh berbagai sentimen politik dan ekonomi global.
"Sentimen pasar telah terguncang oleh perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat (AS), di mana jaksa telah meluncurkan investigasi kriminal terhadap Ketua Fed Jerome Powell. Meningkatnya tekanan politik terhadap The Fed melemahkan kepercayaan terhadap kebijakan moneter AS," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis padaSelasa (13/1/2026).
Menurutnya, ketidakpastian seputar bank sentral AS mendorong pelemahan lebih lanjut pada rupiah.
Dari sentimen geopolitik, rupiah melemah seiring perhatian pasar terhadap peristiwa demonstrasi anti-pemerintah terbesar di Iran,dan dilaporkan banyak korban jiwa ketika pasukan keamanan menindak para demonstran.
Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan kemungkinan tindakan militer jika otoritas Iran terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap para demonstran.
Kurs rupiah juga melemah setelah Trump mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif 25% pada negara mitra bisnisIran, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengisolasi Teheran secara ekonomi.
Selain itu, rupiah juga lesu setelah infrastruktur ekspor minyak Rusia telah berulang kali diserang di tengah konflik Ukraina yang berkepanjangan.
Sumber : investor.id
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发