IDXChannel - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Selasa ditutup melemah ke Rp16.877 per USD, turun 22 poin atau 0,13 persen. Pengamat Pasar Uang Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah didorong sentimen eksternal maupun internal.
Dari eksternal, Ibrahim menilai, sentimen pasar telah terguncang oleh perkembangan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Amerika Serikat (AS), di mana jaksa telah meluncurkan investigasi kriminal terhadap Ketua Fed Jerome Powell. Meningkatnya tekanan politik terhadap The Fed melemahkan kepercayaan terhadap kebijakan moneter AS.
Powell Sebut Penyelidikan Kriminal Terhadap Dirinya Ancam Independensi The FedKetua Jerome Powell pada Minggu malam mengatakan dalam pernyataan video bahwa tindakan Departemen Kehakiman (DOJ) bermotivasi politik.
"Powell mengatakan masalahnya adalah apakah Fed dapat terus menetapkan suku bunga berdasarkan bukti dan kondisi ekonomi atau apakah kebijakan moneter akan diarahkan oleh tekanan atau intimidasi politik," tulis Ibrahim dalam risetnya, Selasa (13/1/2026).
Wall Street Dibuka Melemah, Pasar Khawatir dengan Independensi The FedDari geopolitik, Iran menghadapi demonstrasi anti-pemerintah terbesar dalam beberapa tahun terakhir, dengan kekerasan yang meluas dan dilaporkan banyak korban jiwa ketika pasukan keamanan menindak para demonstran. Presiden AS Donald Trump telah memperingatkan kemungkinan tindakan militer jika otoritas Iran terus menggunakan kekuatan mematikan terhadap para demonstran.
Trump juga mengumumkan rencana untuk mengenakan tarif 25 persen pada negara mana pun yang berbisnis dengan Iran, sebuah langkah yang bertujuan untuk mengisolasi Teheran secara ekonomi.
Harga Emas Tembus USD4.600, Ketidakpastian The Fed Picu Aksi Buru Safe Haven作者:13/01/2026 16:07 WIB,文章来源Idxchannel,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发