Ekspor Venezuela Dimulai Kembali, Minyak Hentikan Kenaikan Empat Sesi

avatar
· 阅读量 518
  • Minyak turun tipis setelah empat hari naik, terdorong kembalinya ekspor Venezuela.
  • Stok minyak AS meningkat, menekan harga.
  • Kekhawatiran pasokan Iran tetap membayangi pasar.

Ipotnews - Harga minyak melemah, Rabu, setelah mencatat kenaikan empat hari berturut-turut. Tekanan datang dari dimulainya kembali ekspor minyak Venezuela serta meningkatnya stok minyak mentah dan produk olahan Amerika, meski kekhawatiran gangguan pasokan dari Iran akibat kerusuhan mematikan masih membayangi pasar.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, turun 38 sen atau 0,6% menjadi USD65,09 per barel pada pukul 14.20 WIB, demikian laporan  Reuters , di Singapura, Rabu (14/1).
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), juga menyusut 38 sen atau 0,6% ke posisi USD60,77 per barel.
Analis DBS Bank, Suvro Sarkar, mengatakan harga minyak sebelumnya telah memasukkan premi risiko geopolitik yang cukup besar, terutama terkait meningkatnya ketegangan di Iran dan serangan drone di kawasan Laut Hitam.
"Harga minyak sudah mengantisipasi cukup banyak risiko geopolitik dalam beberapa hari terakhir. Jika tidak ada eskalasi lanjutan atau gangguan nyata terhadap aliran minyak, pasar kemungkinan akan bergerak mendatar dan menunggu perkembangan berikutnya dalam tatanan global yang kompleks," ujar Sarkar.
Dia menambahkan lonjakan persediaan minyak mentah dan produk minyak di AS, yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute (API), Selasa malam, turut menekan harga.
API melaporkan stok minyak mentah AS--konsumen minyak terbesar dunia--melambung 5,23 juta barel pada pekan yang berakhir 9 Januari. Persediaan bensin melejit 8,23 juta barel, sementara stok distilat meningkat 4,34 juta barel dibandingkan pekan sebelumnya.
Data resmi persediaan dari Badan Informasi Energi (EIA) Amerika dijadwalkan dirilis pada Rabu. Sebelumnya, jajak pendapat  Reuters  menunjukkan pasar memperkirakan stok minyak mentah AS turun pekan lalu, sementara persediaan bensin dan distilat diprediksi meningkat.
Tekanan tambahan datang dari Venezuela, anggota Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ), yang mulai membalikkan pemangkasan produksi minyak yang diterapkan selama embargo AS. Tiga sumber menyebutkan ekspor minyak Venezuela juga kembali berjalan.
Dua supertanker dilaporkan meninggalkan perairan Venezuela, Senin, masing-masing membawa sekitar 1,8 juta barel minyak mentah. Pengiriman tersebut diduga merupakan bagian awal dari kesepakatan pasokan sebesar 50 juta barel antara Caracas dan Washington untuk menghidupkan kembali ekspor, menyusul penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro oleh Amerika.
Namun demikian, meningkatnya aksi protes di Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan dari produsen minyak terbesar keempat OPEC tersebut. Presiden AS Donald Trump, Selasa, menyerukan agar rakyat Iran terus melakukan protes dan mengatakan bantuan sedang dalam perjalanan, tanpa merinci maksud pernyataan tersebut.
Analis Citi menyebutkan protes di Iran berisiko memperketat keseimbangan pasokan minyak global, terutama melalui peningkatan premi risiko geopolitik. Citi pun menaikkan proyeksi harga Brent untuk tiga bulan ke depan menjadi USD70 per barel.
Meski demikian, analis Citi menekankan bahwa hingga kini protes belum menyebar ke wilayah utama penghasil minyak Iran, sehingga dampaknya terhadap pasokan riil masih terbatas.
"Risiko saat ini lebih condong pada gesekan politik dan logistik, bukan gangguan produksi langsung, sehingga dampaknya terhadap pasokan dan arus ekspor minyak mentah Iran masih relatif terkendali," tulis Citi. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest