
- CPO lanjutkan penguatan: Harga minyak sawit Malaysia naik dua sesi beruntun, mengikuti penguatan minyak nabati pesaing.
- Minyak mentah jadi penahan: Pelemahan harga crude oil membatasi potensi kenaikan CPO karena menekan prospek biodiesel.
- Ekspor & produksi menopang: Ekspor Januari meningkat, sementara faktor musiman menahan pasokan dan stok.
Ipotnews - Kontrak berjangka minyak sawit Malaysia melanjutkan penguatan untuk sesi kedua berturut-turut pada Rabu, didorong oleh kenaikan harga minyak nabati pesaing. Namun, pelemahan harga minyak mentah membatasi ruang kenaikan lebih lanjut.
Kontrak acuan CPO untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik 43 ringgit atau 1,05% menjadi 4.137 ringgit per ton pada perdagangan awal.
Di pasar lain, kontrak soyoil paling aktif di Dalian menguat 0,07%, sementara kontrak minyak sawit Dalian naik 1,15%. Harga soyoil di Chicago Board of Trade juga naik tipis 0,06%. Pergerakan ini mencerminkan keterkaitan CPO dengan minyak nabati pesaing dalam memperebutkan pangsa pasar global minyak nabati.
Sementara itu, harga minyak mentah melemah seiring perkiraan peningkatan persediaan minyak AS, yang mengimbangi dampak penghentian sementara produksi di dua ladang besar Kazakhstan serta tekanan geopolitik dari ancaman tarif AS terkait ambisi penguasaan Greenland. Pelemahan crude oil membuat CPO kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Dari sisi mata uang, ringgit melemah 0,07% terhadap dolar AS, sehingga membuat CPO sedikit lebih murah bagi pembeli asing.
Dewan Minyak Sawit Malaysia ( MPOC ) memperkirakan harga CPO pada Februari bergerak terbatas di kisaran 4.000-4.300 ringgit per ton, ditopang penurunan produksi dan stok akibat faktor musiman.
Data Komisi Eropa menunjukkan impor kedelai Uni Eropa musim 2025/26 hingga 15 Januari turun 16% secara tahunan menjadi 6,73 juta ton, sementara impor minyak sawit turun 3% menjadi 1,65 juta ton. Di sisi lain, surveyor kargo memperkirakan ekspor produk sawit Malaysia periode 1-20 Januari naik 8,64% hingga 11,4% secara bulanan.
Secara teknikal, analis Reuters Wang Tao menilai harga CPO berpeluang menguji kembali level tertinggi 13 Januari di 4.147 ringgit per ton, seiring dorongan gelombang kenaikan lanjutan.(Reuters)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发