Permintaan Diprediksi Meningkat Jelang Imlek, Harga CPO Berjangka Melonjak

avatar
· 阅读量 529
  • CPO naik ke 4.132 ringgit karena ekspektasi permintaan Imlek & ekspor menguat.
  • Didukung pasar minyak nabati dan pelemahan ringgit.
  • Prospek Februari positif, kisaran 4.000-4.300 ringgit.

Ipotnews - Harga minyak sawit (CPO) berjangka Malaysia menguat, Rabu, didorong ekspektasi meningkatnya permintaan menjelang libur Tahun Baru Imlek bulan depan.
Kontrak acuan minyak sawit untuk pengiriman April di Bursa Malaysia Derivatives Exchange melonjak 38 ringgit atau 0,93% menjadi 4.132 ringgit (USD1.019,24) per metrik ton pada jeda perdagangan siang hari, demikian laporan  Reuters,  di Kuala Lumpur, Rabu (21/1).
Penguatan harga terjadi seiring harapan permintaan yang solid dalam beberapa pekan ke depan menjelang musim perayaan Imlek. "Kontrak berjangka minyak sawit mentah diperdagangkan lebih tinggi karena ekspektasi permintaan yang kuat menjelang musim perayaan Imlek bulan depan," ujar David Ng, trader di perusahaan perdagangan Iceberg X Sdn Bhd yang berbasis di Kuala Lumpur.
Surveyor kargo memperkirakan ekspor produk CPO Malaysia pada periode 1-20 Januari melambung antara 8,64% hingga 11,4% secara bulanan.
Sementara, kontrak minyak kedelai (soyoil) paling aktif di Dalian menguat 0,05%, sementara kontrak minyak sawitnya melesat 1,24%. Harga soyoil di Chicago Board of Trade juga naik 0,13%.
Harga CPO cenderung mengikuti pergerakan minyak pesaingnya karena berkompetisi di pasar minyak nabati (vegetable oil) global.
Di sisi lain, harga minyak mentah melemah akibat perkiraan peningkatan persediaan minyak mentah Amerika Serikat yang menutupi dampak penghentian sementara produksi di dua ladang besar Kazakhstan, serta tekanan geopolitik dari ancaman tarif AS terkait upayanya memperoleh kendali atas Greenland.
Pelemahan harga minyak mentah membuat CPO menjadi kurang menarik sebagai bahan baku biodiesel.
Ringgit--mata uang perdagangan minyak sawit--melemah 0,05% terhadap dolar AS, sehingga membuat komoditas tersebut sedikit lebih murah bagi pembeli yang menggunakan mata uang asing.
Malaysian Palm Oil Council ( MPOC ) memperkirakan harga minyak sawit pada Februari akan bergerak dalam kisaran 4.000 hingga 4.300 ringgit per ton, didukung penurunan produksi dan stok yang bersifat musiman.
Analis teknikal Reuters, Wang Tao, menyebutkan harga minyak sawit berpeluang kembali menguji level tertinggi 13 Januari di 4.147 ringgit per metrik ton, yang didorong oleh pergerakan wave C. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest