Para pedagang daging se-Jabodetabek melakukan aksi mogok jualan mulai hari ini, Kamis (22/1) sebagai bentuk protes atas kenaikan harga produk yang semakin tinggi. Aksi protes ini salah satunya dilakukan oleh mereka yang berjualan di Pasar Klender SS dan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur.
Berdasarkan pantauan detikcom di lokasi, Kamis (22/1/2026), area los daging pasar ini tampak kosong dan sepi lantaran tak ada pedagang yang berjualan. Dari puluhan lapak yang tersedia, hanya dua pedagang yang terlihat masih menjual daging sisa dagangan tempo hari.
"Memang harga daging itu lagi naik terus, makin gila harganya. Itu sudah nggak layak. Kita ambil dari pemotongan saja sudah Rp 130.000 - 135.000 per kilogram, itu mau kita jual berapa? Sudah nggak layak," kata salah satu pedagang daging di Pasar Klender SS, Rafli, kepada detikcom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan kita bingung. Itu baru hari biasa, gimana nanti kayak bulan puasa, Lebaran. Sudah nggak layak gitu harganya. Kita kan memang inginnya butuh harganya stabil lagi," katanya.
Ia menjelaskan aksi demonstrasi ini dilakukan para pedagang sebagai bentuk keluhan sekaligus pemberitahuan ke pelanggan atas tingginya harga daging sapi saat ini. Dalam kesempatan ini, mereka turut meminta agar harga daging bisa kembali turun dan stabil di kisaran maksimal Rp 110.000 - 120.000 di tingkat supplier atau rumah potong.
"Kalau stabil itu kan kita umumnya itu normal Rp 120.000 sudah paling tinggi itu. Rp 110.000 - 100.000 itu baru bagus. Kalau harga di atas itu sudah repot deh. Makanya kita pilih demo, biar masyarakat tahu kalau harga daging sudah makin gila. Jadi bukan akal-akalan dari pedagang," ucapnya.
Hal serupa juga disampaikan oleh pedagang daging sapi di Pasar Klender SS lain bernama Dudi. Ia mengatakan harga daging sapi dari rumah potong hewan (RPH) saat ini sudah sangat mahal.
"Karkas sudah masuk di harga Rp 113.000 - 117.000. Karkas itu masih nempel sama tulang, masih nempel jeroan, tetelan. Jadi kalau mau 'dirontokin' lagi tinggal daging itu Rp 130.000 - 135.000," terangnya.
Baca juga: Pedagang Kompak Mogok, Los Daging Pasar Klender Berubah Jadi Lorong Gelap |
Sementara kenaikan harga minimal yang harus diambil pedagang setidaknya untuk mendapatkan sedikit keuntungan Rp 10.000 per kilogram. Kalau di bawah itu, pedagang sama saja menjual produk dengan harga modal alias tidak ada keuntungan sama sekali.
"Yang kita tahu harga daging di pasar harus murah, seperti apa pemerintah caranya kita nggak mau tau. Jual ke masyarakat sekitar Rp 100.000 sampai Rp 120.000 gitu ya. Rp 130.000 masih masuk akal lah lah," tegasnya.
Sementara di Pasar Jatinegara, area los daging yang juga terletak di lantai semi-basement pasar ini juga terlihat sangat sepi dan kosong, dengan sedikit pedagang yang masih berjaga.
"Kita nunggu buat kasih tahu langganan saja kalau semua lagi tutup. Takutnya ada yang datang, bingung 'kok kosong'. Semua sama se-Jabodetabek, mau di Senen, Palmerah, sama, serempak ini semua nggak jualan," ucap Dede, pedagang daging di Pasar Jatinegara.
Ia juga mengatakan harga daging sapi di tingkat RPH sudah di kisaran Rp 107.000 - 120.000 per kilogram, yang artinya harga daging per kilogram di tingkat pedagang sudah di atas Rp 130.000.
"Kalau ke pelanggan ya bisa Rp 140.000 - 150.000. Semalam saja sebelum demo nih, di RPH sudah naik lagi. Ya kita mah maunya harga stabil lah, jual ke pelanggan di Rp 110.000 - 125.000, soalnya banyak juga yang ngeluh," terangnya.
Lihat Video 'Pedagang Daging Ancam Mogok Jualan, Begini Respons Pramono':
[Gambas:Video 20detik]
作者:Ignacio Geordi Oswaldo -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发