RI Setop Impor Solar, SPBU Swasta Beli dari Kilang Pertamina

avatar
· 阅读量 797
RI Setop Impor Solar, SPBU Swasta Beli dari Kilang Pertamina
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman. Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta

Pemerintah menargetkan setop impor solar tahun ini. Langkah setop impor solar ini dimulai dari produk CN 48, sementara untuk produk CN 51 akan terjadi pada semester II-2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Laode Sulaeman menjelaskan langkah setop impor solar seiring telah beroperasinya kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan dan program mandatory B40.

"Yang jelas, solar dalam negeri sudah tidak kita impor. Solar itu ada dua ya, C48 dan C51 Yang 48 dengan RDMP sudah tuntas, yang 51 masih perlu penambahan unit operasi lagi," ujar Laode di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/1/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laode juga menegaskan kebijakan setop impor solar ini berlaku juga untuk SPBU swasta. Artinya ke depan kebutuhan solar SPBU swasta akan dipenuhi dari kilang dalam negeri milik PT Pertamina.

"Semua, beli di kilang Pertamina. Kan nggak ada kilang lain selain Pertamina," tegas Laode.

ADVERTISEMENT
Baca juga: Di Hadapan DPR, Bahlil Tegaskan RI Bakal Setop Impor Bensin, Solar, dan Avtur

Tidak hanya setop impor solar, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bilang pemerintah menargetkan penghentian impor Bahan Bakar Minyak (BBM) bensin nonsubsidi yakni bensin RON 92, RON 95, dan RON 98 pada 2027. Khusus bensin subsidi masih akan dilakukan impor.

"Kemudian untuk 2026 ini juga telah kita merancang untuk 2027 tidak lagi kita melakukan impor bensin yang RON 92, 95, 98. Nah, ini kita akan selesaikan nanti di akhir 2027 supaya apa? Kita tidak lagi terlalu banyak mengimpor produk, tapi nanti yang kita kedepankan adalah kita impor adalah crude-nya," jelas Bahlil.

Bahlil mengatakan rencana setop impor avtur juga akan berlaku pada 2027. Saat ini Kementerian ESDM bersama Pertamina tengah mengupayakan konversi surplus solar yang 1,4 juta kiloliter untuk menjadi bahan baku avtur.

"Avtur juga demikian. Jadi avtur untuk 2026 sekarang kami dengan Pertamina bekerja keras agar kelebihan solar yang 1,4 juta dikonversi menjadi bahan baku dalam membangun avtur agar 2027 betul-betul kita sudah tidak melakukan impor avtur," pungkas Bahlil menjelaskan.

(hrp/hns)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest