IDXChannel - Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Kamis (22/1/2026) waktu setempat, didorong meredanya kekhawatiran tarif serta data ekonomi Amerika Serikat (AS) yang menunjukkan ketahanan. Penguatan ini menandai hari kedua berturut-turut indeks utama bergerak di zona hijau.
Penguatan pasar terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump menarik kembali ancaman tarif terhadap Eropa, menyusul langkah sebelumnya yang sempat mengguncang pasar global usai niatnya mencaplok Greenland dari Denmark. Sentimen tersebut memperbaiki minat risiko investor.
Wall Street Dibuka Menguat Ditopang Data Ekonomi AS hingga Redanya Isu Greenland Kendati demikian, dua hari penguatan belum sepenuhnya menutup penurunan tajam yang terjadi awal pekan ini. Secara mingguan, indeks S&P 500 dan Nasdaq Composite masih terkoreksi sekitar 0,4 persen, sementara Dow Jones Industrial Average cenderung mendatar.
CEO Investment Partners Asset Management, Gregg Abella menilai kondisi geopolitik global menjadi perhatian utama pelaku pasar. Kondisi ketidakpastian ini membuat pengelolaan portofolio semakin menantang.
Bursa Asia Akhirnya Rebound, Tersengat Reli Wall Street“Setiap hari seperti membuka kado Natal. Volatilitas mendorong manajer investasi untuk lebih menekankan diversifikasi lintas sektor dan kelas aset guna menjaga kinerja portofolio klien di tengah dinamika,” katanya dikutip dari Reuters, Jumat (23/1/2026).
作者:23/01/2026 06:20 WIB,文章来源Idxchannel,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发