- Rupiah menguat pada awal pekan, naik 64 poin ke Rp16.755 per dolar AS, dipicu kekhawatiran pasar atas potensi government shutdown di AS akibat konflik anggaran antara Demokrat dan Republik.
- Tekanan terhadap dolar AS meningkat karena sentimen Sell-America trade, dipicu isu politik, ancaman kebijakan Trump, serta potensi shutdown yang melemahkan kepercayaan investor.
- Rupiah berpeluang lanjut menguat, didukung sikap BI yang siap intervensi dan proyeksi pergerakan di kisaran Rp16.750-Rp16.850 per dolar AS.
Ipotnews - Ketidaksepakatan Partai Demokrat dan Partai Republik soal alokasi anggaran Keamanan Dalam Negeri berpotensi membuat Amerika Serikat mengalami shutdwon lagi, sehingga rupiah berpeluang menguat di awal pekan.
Mengutip data Bloomberg pada Senin (26/1) pukul 09.17 WIB, kurs rupiah sedang menguat 64 poin atau 0,39% ke level Rp16.755 per dolar AS, dibandingkan penutupan Jumat (23/1) di posisi Rp16.819 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa pemerintahan AS yang terancam shutdwon akibat ketidaksepakatan alokasi anggaran di Senat berpotensi melemahkan dolar hari ini.Iya bener, itu salah satu yg menekan dolar AS," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews pagi ini melalui pesan WhatsApp.
Secara umum dolar AS masih terus turun oleh "Sell-America" trade yang dipicu oleh beragam kontroversi seperti penguasaan Greenland, kriminalisasi the Fed. "Ditambah berbagai ancaman Trump lainnya yang membuat investor tidak nyaman memegang dolar AS," ujar Lukman.
Oleh sebab itulah Lukman memprediksi rupiah berpotensi menguat hari ini. Apalagi juga didukung oleh pernyataan BI yang tidak segan mengintervensi untuk menjaga rupiah.
"Kurs rupiah hari ini diperkirakan berada di kisaran Rp16.750 - Rp16.850 per dolar AS," ungkap Lukman.
Perlu diketahui, Asisten Partai Republik (GOP) di Senat mengatakan para pemimpin GOP berencana menolak tuntutan Partai Demokrat untuk memisahkan anggaran Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) dan melanjutkan diskusi paket anggaran besar yang dibutuhkan untuk mencegah penutupan (shutdown) sebagian pemerintahan pekan ini.
Jika Demokrat atau Republik tidak mengalah, anggaran sebagian besar pemerintahan akan berakhir pada 31 Januari, mengganggu operasional berbagai lembaga, termasuk Departemen Pertahanan dan Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan.
Setiap perubahan pada rancangan undang-undang (RUU) sebelum batas waktu akan membutuhkan persetujuan bulat sesuai prosedur Senat. Beberapa anggota Republik, seperti Rick Scott dari Florida, mengatakan mereka tidak akan setuju untuk memisahkan RUU anggaran tersebut.
Presiden Donald Trump dalam unggahan Truth Social pada Minggu malam menyalahkan Partai Demokrat atas peristiwa di Minnesota dan tidak menunjukkan tanda-tanda akan berkompromi.
(Adhitya/AI)
Sumber : admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发