JAKARTA, investor.id -Nilai tukar rupiah (IDR) kembali menguat di awal pekan pada Senin, 26 Januari 2026.
Pada perdagangan Senin sore (26/1/2026), kurs rupiah ditutup menguat 38 poin terhadap dolar AS (USD) setelah sempat menguat 50 poin di level Rp 16.782, dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.820.
Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi mengungkapkan bahwa kurs kupiah berhasil menguat di tengah guncangan pasar seiring meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan negara anggota
NATO
terkait Greenland."Retorika Trump tentang kepentingan strategis AS di wilayah Arktik telah memperketat hubungan transatlantik, memicu kekhawatiran tentang dampak diplomatik dan ekonomi yang lebih luas," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Senin(26/1/2026).
Ketegangan perdagangan juga meningkat di tengah penguatan rupiah, setelah Presiden AS DonaldTrump mengumumkan pengenaan tarif impor 100% terhadap Kanada menyusulkesepakatan perdagangannya dengan China.
Selain itu, rupiah juga menguat di tengah ekspektasi seputar kebijakan moneter AS.
Federal Reserve dijadwalkan untuk mengakhiri pertemuan kebijakannya pekan ini, dan pasar secara luas mengantisipasi bahwa para pembuat kebijakan bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga.
"Meskipun jeda kenaikan suku bunga sebagian besar sudah diperhitungkan, investor akan mencermati pernyataan The Fed dan komentar Ketua Jerome Powell untuk mencari petunjuk tentang waktu dan laju potensi penurunan suku bunga di akhir tahun ini," ungkap Ibrahim.
Dari sisi internal, rupiah menguat seiring nada positif pasar terhadap komitmen Bank Indonesia (BI) dalam menjaga stabilitas rupiah.
Sumber : investor.id
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发