OJK Bakal Turuti Kemauan MSCI

avatar
· 阅读量 1,360
OJK Bakal Turuti Kemauan MSCI
Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar (tengah)/Foto: Andi Hidayat/detikcom
Jakarta

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) buka suara ihwal pengumuman MSCI terkait transparansi penghitungan free float yang menyebabkan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Rabu (28/1) dan Kamis (29/1). Imbas pengumuman ini, IHSG melemah bahkan hingga trading halt atau penghentian perdagangan sementara.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menyebut otoritas pasar modal akan menyesuaikan proposal sesuai dengan apa yang dibutuhkan MSCI terkait transparansi free float. Penyesuaian tersebut akan dilakukan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI).

BEI dan KSEI juga telah mengajukan proposal yang tengah dikaji oleh MSCI. Mahendra mengatakan, penyesuaian mencakup publikasi free float untuk kategori korporasi dan others di bawah 5%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini sedang dipelajari oleh MSCI, apakah sesuai dengan yang dibutuhkan mereka, yang adalah mengecualikan investor dalam kategori corporate dan others dalam perhitungan free float dengan kemudian mempublikasikan kepemilikan saham di atas dan di bawah 5% untuk setiap kategori kepemilikan tadi itu," ungkap Mahendra di Gedung BEI, Jakarta Selatan, Kamis (29/1/2026).

Baca juga: Bos Danantara soal IHSG: Kalau Nggak Ada Perubahan Pasti Jatuh!

ADVERTISEMENT

Mahendra memastikan, otoritas pasar modal akan mengikuti respons MSCI terhadap proposal yang diajukan. Penyesuaian ini dilakukan sebelum batas yang telah ditetapkan oleh MSCI pada Mei mendatang.

"Kami akan memastikan bahwa kemudian penyesuaian yang dilanjut jika diperlukan. Aman dilaksanakan sampai final, sehingga diterima sesuai dengan yang dimaksudkan oleh MSCI," jelasnya.

Mahendra menambahkan, koreksi dari MSCI merupakan masukan yang baik bagi pasar modal Indonesia. Menurutnya, MSCI juga masih ingin emiten Indonesia masuk dalam indeks yang disediakannya.

"Kami, OJK, menerima penjelasan itu sebagai masukan yang baik karena kami melihat bahwa lembaga itu tetap ingin memasukkan saham-saham emiten dari Indonesia dalam indeks global, yang menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia sangat potensial dan investable bagi investor internasional," pungkasnya.

Saksikan Live detikSore:

Simak juga Video 'Oh Tidak! Utang Pinjol Warga RI Meledak, Nyaris Rp 100 T':

[Gambas:Video 20detik]

(ahi/ara)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest