OPEC+ Tahan Output Maret Meski Harga Minyak Dekati Level Puncak Enam Bulan

avatar
· 阅读量 762
  • OPEC + mempertahankan produksi minyak Maret meski harga Brent naik mendekati level tertinggi enam bulan.
  • Keputusan diambil untuk menjaga fleksibilitas di tengah ketegangan geopolitik AS-Iran dan ketidakpastian permintaan.
  • Ke depan, OPEC + belum memberi panduan pasca-Maret dan menekankan kepatuhan terhadap kesepakatan produksi.

Ipotnews - OPEC + memutuskan untuk mempertahankan tingkat produksi minyak tanpa perubahan pada Maret, meskipun harga minyak mentah global melonjak mendekati level tertinggi dalam enam bulan terakhir di tengah kekhawatiran potensi konflik militer antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pernyataan yang dirilis Minggu, kelompok produsen minyak tersebut menyampaikan keputusan itu diambil dalam pertemuan delapan negara anggota OPEC + yang berlangsung singkat.
Harga minyak berjangka Brent, patokan internasional, tercatat ditutup mendekati USD70 per barel pada Jumat, tidak jauh dari level tertinggi enam bulan USD71,89 yang sempat disentuh sehari sebelumnya, demikian laporan  Reuters,  di London, Minggu (1/2) atau Senin (2/2) dini hari WIB.
Kenaikan harga tersebut terjadi meski pasar masih berspekulasi akan adanya kelebihan pasokan minyak global pada 2026, yang berpotensi menekan harga ke depan.
Delapan negara yang terlibat dalam pertemuan itu adalah Arab Saudi, Rusia, Uni Emirat Arab, Kazakhstan, Kuwait, Irak, Aljazair, dan Oman. Sebelumnya, negara-negara tersebut menaikkan kuota produksi sekitar 2,9 juta barel per hari sepanjang April hingga Desember 2025, atau sekitar 3% dari total permintaan minyak global.
Namun pada November, OPEC + memutuskan membekukan rencana kenaikan output lanjutan untuk periode Januari hingga Maret 2026, dengan alasan pelemahan konsumsi musiman. Keputusan tersebut kembali ditegaskan dalam pertemuan Minggu, setelah sebelumnya dikonfirmasi untuk Januari dan Februari.
Tanpa Panduan
Menariknya, pernyataan OPEC + kali ini tidak memberikan panduan kebijakan produksi untuk bulan-bulan setelah Maret. Menurut Jorge Leon, mantan pejabat OPEC yang kini menjabat Kepala Analisis Geopolitik Rystad Energy, absennya arahan ke depan menjadi sinyal penting bagi pasar.
"Dengan meningkatnya ketidakpastian terkait Iran dan ketegangan dengan Amerika Serikat, OPEC + memilih untuk tetap menjaga fleksibilitas kebijakan," ujar Leon.
Dia menambahkan, proyeksi internal OPEC sendiri menunjukkan kebutuhan pasar terhadap minyak OPEC + berpotensi menurun pada kuartal II, sehingga ruang untuk peningkatan output menjadi terbatas.
Secara keseluruhan, OPEC +--yang mencakup Organisasi Negara Eksportir Minyak ( OPEC ) serta Rusia dan sekutu lainnya--menyumbang sekitar separuh dari total produksi minyak dunia.
Di hari yang sama, Joint Ministerial Monitoring Committee ( JMMC ) OPEC + juga menggelar pertemuan. Meski tidak memiliki kewenangan mengambil keputusan produksi, JMMC menekankan pentingnya kepatuhan penuh terhadap kesepakatan output yang telah ditetapkan.
Di sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan sejumlah opsi terhadap Iran, termasuk kemungkinan serangan terbatas terhadap aparat keamanan dan elite negara tersebut. Washington juga telah memberlakukan sanksi ketat untuk menekan pendapatan minyak Iran.
Meski demikian, baik AS maupun Iran belakangan menyatakan kesiapan untuk membuka dialog, meski Teheran menegaskan bahwa kemampuan pertahanannya tidak dapat dijadikan bagian dari negosiasi.
Harga minyak juga mendapat dukungan tambahan dari gangguan pasokan di Kazakhstan dalam beberapa bulan terakhir. Pemerintah Kazakhstan menyatakan mulai mengaktifkan kembali ladang minyak raksasa Tengiz secara bertahap.
OPEC + dijadwalkan menggelar pertemuan berikutnya pada 1 Maret, sementara JMMC akan bertemu kembali pada 5 April. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest