Dolar AS Menguat, Investor Cermati Potensi Kebijakan The Fed di Bawah Kepemimpinan Warsh

avatar
· 阅读量 742
Dolar AS Menguat, Investor Cermati Potensi Kebijakan The Fed di Bawah Kepemimpinan Warsh
Dolar AS Menguat, Investor Cermati Potensi Kebijakan The Fed di Bawah Kepemimpinan Warsh. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Dolar Amerika Serikat (AS) bertahan di dekat level penguatan pada Senin (2/2/2026). Investor menimbang seperti apa kebijakan Federal Reserve (The Fed) di bawah kepemimpinan Kevin Warsh, yang dikenal memiliki preferensi terhadap neraca bank sentral yang lebih kecil.

Yen juga kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada akhir pekan lalu menyoroti manfaat pelemahan yen dalam pidato kampanyenya. 

Baca Juga:
Dolar AS Menguat, Investor Cermati Potensi Kebijakan The Fed di Bawah Kepemimpinan Warsh Rupiah Ditutup Melemah ke Rp16.786 per Dolar AS, Tertekan Pencalonan Ketua The Fed

Pernyataan tersebut bernada berbeda dengan sikap Kementerian Keuangan Jepang yang selama ini berupaya menahan pelemahan mata uang tersebut.

Melansir Investing, penunjukan Kevin Warsh oleh Presiden AS Donald Trump sebagai calon Ketua The Fed memicu gelombang aksi jual pada aset-aset berisiko dan membuat harga logam mulia anjlok pada Jumat pekan lalu, sementara dolar berhasil memangkas pelemahan yang terjadi di awal pekan sebelumnya.

Baca Juga:
Dolar AS Menguat, Investor Cermati Potensi Kebijakan The Fed di Bawah Kepemimpinan Warsh Trump Dikabarkan Pilih Kevin Warsh Jadi Calon Ketua The Fed

Meski investor menilai Warsh cenderung hawkish, dia juga dinilai akan memperketat neraca The Fed. Langkah ini umumnya mendukung penguatan dolar karena mengurangi jumlah likuiditas di pasar.

Pada perdagangan awal Asia Senin, dolar AS tetap berada dalam posisi kuat, membuat euro menjauh dari level USD1,20 dan terakhir berada di USD1,1848.

Baca Juga:
Dolar AS Menguat, Investor Cermati Potensi Kebijakan The Fed di Bawah Kepemimpinan Warsh Trump Tunjuk Kevin Warsh Sebagai Calon Ketua The Fed, Ini Respons Para Ekonom dan Pelaku Pasar

Pound sterling turun 0,05 persen ke USD1,3680, sementara indeks dolar stabil di 97,22 setelah melonjak 1 persen pada Jumat.

Penasihat ekonomi global PIMCO dan mantan Wakil Ketua The Fed, Richard Clarida, mengatakan dia yakin Warsh mampu merealisasikan dua kali pemangkasan suku bunga tahun ini, bahkan berpotensi hingga tiga kali.

"Di luar dua atau tiga pemangkasan suku bunga berikutnya, kami menilai Warsh akan lebih berhati-hati, tergantung pada prospek inflasi,” ujar Clarida.

Di tempat lain, dolar Australia turun 0,54 persen ke USD0,69255, sementara dolar Selandia Baru melemah 0,3 persen ke USD 0,6001.

Halaman : 1 2

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest