- Danantara minta manajer aset tetap borong saham domestik pekan ini
- Fokus pada emiten berfundamental kuat dan likuiditas tinggi
- Pemerintah dorong reformasi pasar usai kejatuhan IHSG
Ipotnews - Sovereign wealth fund Indonesia, Danantara, memastikan tetap melanjutkan investasi di pasar saham domestik setelah gejolak tajam yang mengguncang Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memulihkan kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Sjahrir, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan para manajer aset yang mengelola dana Danantara untuk terus membeli saham-saham lokal pada pekan ini. Arahan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan pelaku pasar, termasuk perusahaan sekuritas dan manajer investasi, pada Minggu (1/2).
Menurut Pandu, pembelian difokuskan pada perusahaan dengan fundamental yang solid serta likuiditas saham yang memadai, seiring upaya menjaga stabilitas pasar dan meredam tekanan jual yang sempat terjadi.
Keterlibatan langsung Danantara menandai eskalasi signifikan peran pemerintah setelah pasar saham Indonesia mengalami penurunan dua hari terbesar dalam hampir tiga dekade. Aksi jual besar-besaran tersebut dipicu oleh sorotan MSCI terhadap isu transparansi di pasar saham terbesar di Asia Tenggara itu, yang kemudian mendorong janji reformasi dari pemerintah.
Salah satu perhatian utama MSCI adalah rendahnya tingkat free float saham di Indonesia, yang dinilai meningkatkan risiko manipulasi serta mendistorsi kinerja indeks. Banyak emiten berkapitalisasi besar di Tanah Air masih dikendalikan oleh segelintir pemilik dengan porsi saham publik yang terbatas, sehingga volume perdagangannya relatif tipis.
Sebagai respons, pemerintah telah mengumumkan sejumlah langkah reformasi, termasuk kenaikan batas minimum free float menjadi 15%, dua kali lipat dari ketentuan sebelumnya. Kebijakan ini dijadwalkan mulai berlaku pada Februari.
Dalam forum yang sama, Pelaksana Tugas Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyampaikan bahwa ketentuan free float baru tersebut akan diberlakukan terlebih dahulu untuk perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO). Sementara itu, emiten yang sudah tercatat di bursa akan diberikan masa transisi untuk menyesuaikan struktur kepemilikan sahamnya.(Bloomberg)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发