- Kedelai, gandum, dan jagung CBOT melemah akibat pasokan global melimpah dan penguatan dolar AS.
- Dolar kuat menekan daya saing ekspor pertanian AS di pasar internasional.
- Panen Brasil yang diperkirakan rekor dan aksi jual fund menambah tekanan harga.
Ipotnews - Harga kedelai berjangka Chicago melorot, Senin, tertekan oleh melimpahnya pasokan global serta penguatan dolar AS yang membuat ekspor Amerika Serikat kurang kompetitif di pasar internasional. Tekanan serupa juga dialami kontrak gandum dan jagung.
Kontrak kedelai paling aktif di Chicago Board of Trade ( CBOT ) turun 0,5% menjadi USD1.059 per bushel pada pukul 08.36 WIB, sementara kontrak gandum CBOT melemah 0,9% ke posisi USD533,25 per bushel, dan jagung berkurang 0,6% jadi USD425,75 per bushel, demikian laporan Reuters, di Beijing, Senin (2/2).
Penguatan dolar AS kembali menjadi faktor penekan utama. Dolar bertahan di zona positif seiring pelaku pasar menimbang arah kebijakan moneter Federal Reserve di bawah calon ketua barunya, Kevin Warsh, yang dikenal memiliki pandangan hawkish terhadap suku bunga dan preferensi terhadap neraca bank sentral yang lebih kecil.
Investor menilai Warsh cenderung lebih agresif dalam menjaga kebijakan moneter dibanding kandidat lainnya. Sebelumnya, kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan Presiden AS Donald Trump, termasuk kritiknya terhadap the Fed, sempat menekan dolar. Namun sentimen tersebut mulai mereda, sehingga dolar kembali menguat dan menekan daya saing komoditas pertanian Amerika di pasar global.
Dari Amerika Selatan, Brasil saat ini memasuki tahap awal panen kedelai yang diperkirakan mencetak rekor produksi. Kondisi tersebut meningkatkan ekspektasi bahwa China akan lebih banyak mengalihkan impor kedelainya ke Brasil dalam beberapa bulan ke depan, setelah sebelumnya sempat melakukan pembelian kedelai AS dalam jumlah besar.
Sementara itu, hujan yang turun di sejumlah wilayah pertanian utama di Argentina bagian barat membantu memperbaiki kelembapan tanah. Namun, Buenos Aires Grain Exchange pada Kamis memperingatkan bahwa tanaman kedelai masih membutuhkan tambahan curah hujan dalam beberapa pekan mendatang untuk menghindari penurunan hasil panen.
Tekanan pasar juga diperkuat oleh aktivitas pelaku keuangan. Trader menyebutkan commodity funds tercatat sebagai net sellers untuk kontrak berjangka jagung, gandum, dan kedelai di CBOT pada perdagangan Jumat. (Reuters/AI)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发