Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Desember 2025 nilai ekspor mencapai US$ 26,35 miliar. Angka tersebut naik 11,64% Jika dibandingkan dengan Desember 2024.
"Nilai ekspor Migas tercatat senilai US$ 1,26 miliar atau turun 18,14%. Sedangkan nilai ekspor non migas naik 13,72% dengan nilai US$ 25,09 miliar," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/2/2026).
Peningkatan nilai ekspor Desember 2025 didorong oleh peningkatan nilai ekspor nonmigas yaitu pada beberapa komoditas non migas. Pertama peningkatan komoditas non migas yang cukup besar pada lemak dan minyak hewan nabati naik 43,53%. Lemak dan minyak hewan nabati ini juga memberikan andil terhadap peningkatan 4,87%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Komoditas kedua nikel dan daripadanya yang naik cukup besar sekali yaitu 59,92%. Andilnya untuk nikel dan barang daripadanya 2,03% terhadap total peningkatan ekspor tersebut. Ketiga, mesin dan perlengkapan elektronik serta bagiannya naik juga cukup tinggi yaitu 22,08% dengan andil 1,26%" jelasnya.
Sementara sepanjang Januari sampai Desember 2025 total nilai ekspor mencapai US$ 282,91 miliar atau naik 6,5% jika dibandingkan pada periode setahun yang lalu atau di 2024. Nilai ekspor Migas tercatat US$ 13,07 miliar atau turun 17,69%. Nilai ekspor non migas tercatat naik sebesar 7,66% dengan nilai US$ 269,84 miliar.
"Jika dilihat menurut sektornya, peningkatan untuk nilai ekspor nonmigas secara kumulatif terutama terjadi pada sektor industri pengolahan dan pertanian," katanya.
"Kemudian industri pengolahan menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non migas sepanjang 2025 dengan andil terhadap peningkatan industri pengolahan tersebut yaitu 10,77%, cukup besar andilnya untuk industri pengolahan dalam mendongkrak ekspor di 2025," lanjut Ateng.
Ekspor di industri pengolahan yang naik cukup besar tersebut yaitu pada minyak kelapa sawit, barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya.
Jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor, nilai ekspor nonmigas ke Tiongkok sebesar US$ 64,82 miliar atau naik 7,11% dibandingkan dengan Januari-Desember 2024.
"Jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun lalu, maka pada Januari-Desember 2025 ekspor non migas ke AS, ke ASEAN dan Uni Eropa mengalami peningkatan. Sementara ke India mengalami penurunan," katanya.
(aid/fdl)作者:Anisa Indraini -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发