JAKARTA, investor.id -Nilai tukar rupiah (IDR) kembali melemah pada awal bulan di hari Senin, 2 Februari 2026.
Pada perdagangan Senin sore (2/2/2026)kurs rupiah ditutup melemah 12 poin terhadap dolar AS (USD), setelah sebelumnya sempat melemah 30 poin di level Rp 16.798 dari penutupan sebelumnya di level Rp 16.786.
Pelemahan kurs rupiah berlanjut setelahPresiden AS Donald Trump mengumumkan pencalonan mantan gubernur Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh, untuk memimpin bank sentral.Warsh sendiri secara luas diyakini akan mendukungseruan Trump untuk menurunkan suku bunga secara tajam.
"Namun, Warsh mungkin akan menekankan kelemahan pasar tenaga kerja sebagai risiko yang lebih besar terhadap mandat The Fed untuk mencapai lapangan kerja maksimal, dan stabilitas harga dan kemungkinan akan mendukung lebih banyak penurunan suku bunga jika dikonfirmasi dalam beberapa bulan mendatang," ungkap Direktur PT. Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis pada Senin (2/2/2026).
Rupiah juga melemah di tengah perkembangan ketegangan geopolitik antara AS dan Iran. Baru-baru ini.Trump mengatakan kepada sejumlah wartawan bahwa Iran serius menjalani pembicaraan, beberapa jam setelah pejabat keamanan tertinggi Teheran, Ali Larijani, mengatakan pengaturan untuk negosiasi sedang berlangsung.
Rupiah juga melemah setelah pernyataanPerdana menteri Jepang Takaichi terkait manfaat mata uang yang lebih lemah, yang agak kontras dengan sinyal dari pemerintahannya yang memperingatkan terhadap pelemahan mata uang yang berkepanjangan.
Dalam pidatonya baru-baru ini, Takaichi mengatakan yen yang lebih lemah menguntungkan eksportir, meskipun ia kemudian terlihat melunakkan pendiriannya.
Sumber : investor.id
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发