- Pasar komoditas anjlok dipimpin emas, perak, minyak, dan logam industri setelah Kevin Warsh dipandang hawkish sebagai calon ketua The Fed.
- Emas jatuh 9%, perak rontok 13%, minyak turun 5,5%, dan tembaga LME melemah hampir 5%, ditekan penguatan dolar ASdan kenaikan margin CME.
- Analis menilai pelemahan ini hanya koreksi dan peluang beli, bukan awal penurunan struktural harga komoditas.
Ipotnews- Pasar komoditas anjlok pada hari ini, Senin (2/2), dipimpin oleh penurunan tajam harga emas, perak, minyak, dan logam industri. Terpilihnya Kevin Warsh sebagai calon ketua The Fed berikutnya memicu gelombang aksi jual aset berisiko yang membuat logam mulia tertekan untuk sesi kedua berturut-turut.
Harga emas terjungkal 9% ke level terendah dalam lebih dari dua minggu, sementara perak rontok lebih dari 13% setelah kedua logam tersebut mencetak rekor minggu lalu. Minyak ambles hampir 5,5%, melemah dari level tertinggi beberapa bulan, dan tembaga di London Metal Exchange (LME) terjerembab hampir 5%.
"Keputusan pasar untuk menjual logam mulia bersamaan dengan saham AS menunjukkan investor memandang Warsh sebagai sosok yang lebih hawkish (cenderung ketat)," kata Vivek Dhar, ahli strategi komoditas di Commonwealth Bank of Australia (CBA), seperti dikuti Reuters.
"Penguatan dolar AS juga menambah tekanan pada logam mulia dan komoditas lainnya, termasuk minyak dan logam dasar," imbuh Dhar. Namun ia tetap mempertahankan proyeksi harga emas di level USD6.000 pada kuartal IV.
Pada Jumat lalu, Presiden AS Donald Trump telah memilih Warsh, mantan gubernur Federal Reserve, untuk menggantikan Jerome Powell sebagai kepala bank sentral pada Mei mendatang. Pilihan Trump, memicu aksi jual di pasar saham dan komoditas, sekaligus mendorong penguatan dolar.
Saham Asia mengikuti kontrak berjangka Wall Street yang terpuruk tajam. Penjualan logam mulia sempat kacau menciptakan awal pekan penuh kegelisahan di tengah agenda padat laporan kinerja perusahaan, rapat bank sentral, dan rilis data ekonomi.
Aksi jual di logam mulia semakin cepat setelah CME Group menaikkan margin kontrak berjangka logam, efektif mulai penutupan pasar Senin.
Kenaikan persyaratan margin umumnya berdampak negatif karena kebutuhan modal yang lebih besar dapat menekan partisipasi spekulatif, mengurangi likuiditas, dan mendorong pelaku pasar menutup posisi.
Tekanan penurunan sudah dimulai sejak Jumat. Kejatuhan harian terbesar harga emas spot sejak 1983, ditandai dengan penurunan lebih dari 9%, sementara perak anjlok 27% dalam penurunan harian terbesar sepanjang sejarah.
Laman Reuters melaporkan, harga energi juga tertekan pada Senin akibat tanda-tanda meredanya ketegangan AS-Iran setelah komentar Trump akhir pekan lalu. Menurutnya, Iran "secara serius sedang berbicara" dengan Washington, sehingga meredakan kekhawatiran konflik dengan negara anggota OPEC tersebut.
Komentar itu, ditambah laporan bahwa angkatan laut Garda Revolusi Iran tidak berencana melakukan latihan tembak langsung di Selat Hormuz, merupakan sinyal de-eskalasi, kata analis pasar IG, Tony Sycamore.
Pasar tembaga dan bijih besi menghadapi tekanan akibat kekhawatiran tingginya persediaan dan lemahnya permintaan menjelang libur Tahun Baru Imlek di China bulan ini. China adalah pembeli terbesar logam industri dan komoditas curah dunia.
Permintaan pengguna akhir dan transaksi diperkirakan akan lesu sebelum libur yang dimulai pada 15 Februari, menurut para analis.
Komoditas lainnya juga melemah. Harga karet Tokyo anjlok hampir 3%, sementara gandum dan kedelai di Chicago masing-masing merosot sekitar 1%.
"Pertanyaan utamanya adalah apakah ini menandai awal penurunan struktural harga komoditas atau sekadar koreksi," kata Dhar dari CBA.
"Kami melihat ini sebagai koreksi dan peluang beli, bukan perubahan fundamental."
Sumber : admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发