- Wall Street menguat, S&P 500 +0,54%, Nasdaq +0,56%, Dow +1,05% dipimpin saham chip dan AI.
- Saham small-cap unggul, Russell 2000 +1,02% dan +6% YTD, jauh melampaui indeks utama.
- Sentimen positif, laba korporasi solid dan volatilitas turun meski sektor energi tertekan.
Ipotnews - Bursa ekuitas Wall Street berakhir di area positif, Senin, dipimpin saham produsen chip dan perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI). Saham berkapitalisasi kecil juga mencatat kenaikan tajam, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek ekonomi.
Indeks berbasis luas S&P 500 ditutup naik 0,54% atau 37,41 poin menjadi 6.976,44, hanya terpaut tipis dari rekor penutupan tertingginya di 6.978,60 yang dicapai pekan lalu, demikian laporan Reuters dan CNBC , di New York, Senin (2/2) atau Selasa (3/2) pagi WIB.
Sementara, Nasdaq Composite Index menguat 0,56% atau 130,29 poin ke posisi 23.592,11, sedangkan Dow Jones Industrial Average melonjak 1,05% atau 515,19 poin jadi 49.407,66.
Indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 melesat 1,02% atau 26,54 poin menjadi 2.640,28, sejauh ini secara signifikan mengungguli S&P 500 dan Nasdaq sepanjang 2026. Hingga saat ini, Russell 2000 melambung lebih dari 6%, sementara S&P 500 baru naik sekitar 2%.
Saham raksasa teknologi kembali menjadi motor penggerak pasar. Alphabet melejit 1,9% dan mencetak rekor tertinggi baru, sementara Amazon menguat 1,5%. Kedua perusahaan dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartalan pekan ini, yang dinantikan investor untuk melihat perkembangan persaingan penguasaan teknologi AI.
Perusahaan penyedia data berbasis AI, Palantir, naik 0,8% menjelang rilis laporan keuangan setelah penutupan pasar.
Saham produsen chip yang diuntungkan oleh permintaan terkait AI juga menguat signifikan. SanDisk meroket 15,4%, Advanced Micro Devices (AMD) melompat 4%, dan Micron Technology bertambah 5,5%.
Penguatan ini menjadi kenaikan pertama S&P 500 dalam tiga sesi terakhir, setelah sebelumnya pasar dibayangi kekhawatiran atas valuasi mahal saham teknologi yang melejit dalam beberapa tahun terakhir berkat optimisme terhadap AI.
"Fundamental ekonomi masih solid dan kinerja keuangan perusahaan kuat. Kejutan positif terjadi baik dari sisi pendapatan maupun laba, hampir di seluruh sektor," ujar Tim Ghriskey, Senior Portfolio Strategist Ingalls & Snyder, New York.
Menurut data LSEG , analis memperkirakan laba perusahaan anggota S&P 500 tumbuh hampir 11% pada kuartal Desember, meningkat dari estimasi sekitar 9% pada awal Januari. Pertumbuhan tersebut sebagian besar didorong perusahaan teknologi.
Di sisi lain, saham Walt Disney anjlok 7,4% meski mencatatkan laba kuartalan di atas ekspektasi Wall Street. Penurunan saham terjadi setelah Disney memperingatkan potensi berkurangnya kunjungan wisatawan internasional ke taman hiburan Amerika serta pelemahan kinerja divisi televisi dan film.
Aktivitas perdagangan terbilang padat, dengan volume transaksi mencapai 20,1 miliar saham, lebih tinggi dibandingkan rata-rata 20 hari sesi terakhir sebesar 19,4 miliar saham.
Data menunjukkan aktivitas manufaktur Amerika kembali tumbuh pada Januari untuk pertama kalinya dalam setahun.
Sementara itu, indeks volatilitas CBOE VIX--yang dikenal sebagai "indeks ketakutan" Wall Street--merosot 1,10 poin atau 6,31% menjadi 16,5, meski sempat menyentuh level tertinggi hampir dua pekan dalam sesi perdagangan awal pekan ini.
Dari sektor, indeks energi S&P 500 menyusut 2% seiring anjloknya harga minyak dunia. Tekanan mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan Iran tengah "serius berbicara" dengan Washington, memicu harapan deeskalasi dan meredakan kekhawatiran gangguan pasokan minyak.
Penurunan harga energi justru menguntungkan saham maskapai penerbangan. Saham United Airlines, JetBlue, Delta Air Lines, dan Southwest melambung antara 4% hingga 8%.
Di ranah politik, DPR Amerika mulai membahas rancangan undang-undang untuk mengakhiri penutupan sebagian pemerintahan federal yang dimulai Sabtu lalu, dengan pemungutan suara final dijadwalkan Selasa.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS juga menyatakan laporan ketenagakerjaan Januari tidak akan dirilis pada Jumat akibat penutupan tersebut.
Secara keseluruhan, jumlah saham yang naik di S&P 500 mengungguli saham yang turun dengan rasio 1,4 banding 1.
Indeks S&P 500 mencatat 30 saham mencetak rekor tertinggi baru dan 9 saham terendah baru, sementara Nasdaq membukukan 160 saham tertinggi baru dan 217 saham terendah baru. (Reuters/CNBC/Investing/AI)
Saham berkinerja terbaik di Dow
-Caterpillar Inc (5,10%)
-Walmart Inc (4,14%)
-Apple Inc (4,04%)
Saham berkinerja terburuk
-Walt Disney Company (-7,40%)
-Nvidia Corporation (-2,89%)
-Chevron Corp (-1,61%)
Saham berkinerja terbaik di S&P 500
-Carnival Corporation (8,08%)
-Western Digital Corporation (7,98%)
-Norwegian Cruise Line Holdings Ltd (7,63%)
Saham berkinerja terburuk
-Walt Disney Company (-7,40%)
-EQT Corporation (-5,17%)
-Axon Enterprise Inc (-4,88%)
Saham berkinerja terbaik di Nasdaq
-American Rebel Holdings Inc (606,78%)
-DarkIris Inc (192,49%)
-Fusemachines Inc (70,89%)
Saham berkinerja terburuk
-eLong Power Holding Ltd (-90,39%)
-Phoenix Asia Holdings Ltd (-86,78%)
-INLIF Ltd (-70,06%)
Sumber : Admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发