Harga Emas Loncat Tinggi Usai Aksi Jual Tajam

avatar
· 阅读量 1,195

JAKARTA, investor.id -Harga emas dunia loncat tinggi pada perdagangan Selasa (3/2/2026) pagi, setelah sempat tertekan dan menyentuh level terendah hampir satu bulan pada sesi sebelumnya. Kenaikan ini terjadi di tengah kekosongan rilis data ekonomi penting Amerika Serikat (AS) akibat penutupan sebagian pemerintahan federal.
Harga emas spot hari ini melonjak 2,45% ke level US$ 4.775,58 per ons troi saat berita ditulis. Sehari sebelumnya, harga emas sempat menyentuh level terendah hampir satu bulan. Meski demikian, logam mulia ini turun 17% dari rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di US$ 5.594,82 per ons yang dicapai pada 29 Januari laalu.
Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman April melesat lebih tinggi, naik 3,11% ke US$ 4.790,45 per ons toi.
Dikutip dari Reuters, kenaikan harga emas terjadi setelah Biro Statistik Tenaga Kerja AS (Bureau of Labor Statistics/BLS) mengumumkan bahwa laporan ketenagakerjaan Januari, yang biasanya menjadi indikator utama arah kebijakan moneter, tidak akan dirilis pekan ini.
Penundaan tersebut disebabkan oleh penutupan sebagian pemerintahan AS yang dimulai sejak Sabtu (1/2/2026), setelah Kongres gagal mencapai kesepakatan pendanaan, termasuk untuk Departemen Tenaga Kerja.
Meski Senat AS telah meloloskan paket belanja pada Jumat (30/1/2026), Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) belum melakukan pemungutan suara karena sedang reses. Ketua DPR AS Mike Johnson menyatakan optimistis penutupan pemerintahan dapat berakhir dalam beberapa hari ke depan, dengan pemungutan suara dijadwalkan berlangsung Selasa waktu setempat.
Penguatan Dolar AS
Di sisi lain, dolar AS cenderung bertahan menguat pada Selasa, didukung data ekonomi AS yang relatif positif serta perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Penguatan dolar biasanya menjadi faktor penekan bagi harga emas, karena membuat emas yang dihargai dalam dolar menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Namun demikian, pasar masih memperkirakan The Fed akan memangkas suku bunga setidaknya dua kali pada 2026. Lingkungan suku bunga rendah cenderung menguntungkan emas, mengingat logam mulia tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Sentimen pasar juga dipengaruhi perkembangan geopolitik dan perdagangan global. Presiden AS Donald Trump pada Senin mengumumkan kesepakatan dagang dengan India, yang mencakup pemangkasan tarif AS atas produk India menjadi 18% dari sebelumnya 50%.
Kesepakatan ini dicapai sebagai imbalan atas komitmen India menghentikan pembelian minyak Rusia serta menurunkan hambatan perdagangan.
Selain emas, harga logam mulia lainnya juga menguat tajam. Harga perak spot melonjak 4,08% ke US$ 82,51 per ons, meski masih di bawah rekor tertingginya di US$ 121,64 per ons yang tercapai Kamis lalu. Harga platinum naik 1,54% ke US$ 2.16,834 per ons setelah sebelumnya mencetak rekor US$ 2.918,80 pada 26 Januari. Adapun palladium menguat 0,93% ke level US$ 1.738,06 per ons.

Sumber : investor.id

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest