JAKARTA, investor.id -Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) bangkit pada Rabu (4/2/2026), setelah melemah dalam dua sesi sebelumnya. Namun, penguatan harga sangat terbatas, seiring penguatan nilai tukar Ringgit Malaysia dan kenaikan harga minyak kedelai dan nabati.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Rabu (4/2/2026), kontrak berjangka CPO untuk Februari 2026 naik 1 Ringgit Malaysia menjadi 4.141 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Maret 2026 menguat 2 Ringgit Malaysia menjadi 4.197 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak berjangka CPO Juni 2026 juga naik 10 Ringgit Malaysia menjadi 4.214 Ringgit Malaysia per ton. Begitu juga dengan Kontrak berjangka CPO Juli 2026 yang menguat 14 Ringgit Malaysia menjadi 4.199 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari Tradingview, pergerakan harga cenderung terbatas, seiring penguatan nilai tukar ringgit dan menguatnya harga minyak kedelai (soyoil) di Chicago yang menahan dukungan dari kenaikan harga minyak nabati di Dalian, China.
Pelaku pasar masih bersikap hati-hati menjelang rilis data bulanan Malaysian Palm Oil Board ( MPOB ) yang dijadwalkan pada 10 Februari, dan diperkirakan akan menjadi penentu arah harga selanjutnya.
Proyeksi Harga CPO
Malaysian Palm Oil Council memproyeksikan harga CPO berada di kisaran 4.000-4.300 Ringgit Malaysia per ton sepanjang Februari, mencerminkan kondisi pasar yang relatif seimbang.
Dari sisi permintaan, kinerja ekspor memberikan dukungan. Pengapalan minyak sawit Malaysia pada Januari diperkirakan meningkat 14,9%-17,9% secara bulanan (month-on-month), berdasarkan data perusahaan survei kargo.
Sementara itu di India, impor minyak sawit melonjak 51% ke level tertinggi dalam empat bulan terakhir, didorong oleh diskon harga minyak sawit yang semakin lebar dibandingkan minyak kedelai, sehingga memicu minat beli dari kilang penyuling.
Di sisi lain, Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar dunia mencatat lonjakan ekspor sebesar 102,23% dibandingkan Desember. Sepanjang 2025, total ekspor Indonesia meningkat 9,1% secara tahunan (year-on-year) menjadi 23,61 juta ton.
Sumber : investor.id
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发