Harga Minyak Turun Tipis, Investor Waspadai Ketegangan Hormuz dan Sanksi Rusia

avatar
· 阅读量 1,742
  • Harga minyak turun tipis: Brent ke USD68,88, WTI ke USD64,16, setelah lonjakan sebelumnya.
  • Ketegangan Selat Hormuz: arahan AS terhadap kapal dagang meningkatkan risiko gangguan pasokan global.
  • Sanksi & perdagangan minyak: UE pertimbangkan sanksi pelabuhan terhadap Rusia, India beli minyak dari Afrika/Timur Tengah.

Ipotnews - Harga minyak melemah, Selasa, seiring investor menilai potensi gangguan pasokan setelah arahan Amerika terkait kapal-kapal yang melintas Selat Hormuz menyoroti ketegangan antara Washington dan Teheran.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, turun 16 sen atau 0,23% menjadi USD68,88 per barel pada pukul 03.00 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Bengaluru, Selasa (10/2).
Sementara, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), berkurang 20 sen atau 0,31% ke posisi USD64,16 per barel.
Penurunan ini terjadi setelah harga melesat lebih dari 1%, Senin, menyusul peringatan Maritime Administration AS bagi kapal dagang berbendera Amerika untuk menjauh dari perairan teritorial Iran dan menolak izin boarding dari pasukan Iran bila diminta.
Sekitar seperlima konsumsi minyak global melewati Selat Hormuz antara Oman dan Iran, sehingga setiap eskalasi di kawasan ini menjadi risiko signifikan bagi pasokan minyak dunia.
Iran serta anggota OPEC lain seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentah mereka melalui selat ini, terutama ke Asia.
Arahan ini dikeluarkan meski diplomat senior Iran menyatakan pekan lalu bahwa pembicaraan nuklir yang dimediasi Oman dengan Amerika berjalan "dengan awal yang baik" dan siap dilanjutkan.
"Meski pembicaraan di Oman menciptakan nada positif yang hati-hati, ketidakpastian terkait potensi eskalasi, penguatan sanksi, atau gangguan pasokan di Selat Hormuz membuat premi risiko tetap ada," kata Tony Sycamore, analis IG.
Di sisi lain, Uni Eropa mengusulkan perpanjangan sanksi terhadap Rusia dengan memasukkan pelabuhan di Georgia dan Indonesia yang menangani minyak Rusia.
Jika disetujui, ini menjadi kali pertama blok tersebut menargetkan pelabuhan di negara ketiga. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperketat sanksi terhadap minyak Rusia, sumber pendapatan utama Moskow terkait perang di Ukraina.
Sementara itu, Indian Oil Corporation membeli enam juta barel minyak mentah dari Afrika Barat dan Timur Tengah, menurut trader, sebagai bagian dari strategi India untuk menghindari minyak Rusia sekaligus mendorong kesepakatan perdagangan dengan Washington. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest