- Rupiah melemah tipis 0,04% ke Rp16.811 per dolar AS, dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar global atas eskalasi geopolitik setelah AS meminta kapal-kapalnya menjauh dari perairan Iran di Selat Hormuz dan Teluk Oman.
- Tekanan eksternal masih dominan, seiring memanasnya tensi AS-Iran serta sikap wait and see pelaku pasar menjelang rilis data penting AS (non-farm payrolls dan inflasi CPI) yang berpotensi memengaruhi arah suku bunga The Fed.
- Sentimen domestik relatif positif, ditopang stabilitas politik dan tingginya tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto (79,9%), terutama terkait agenda pemberantasan korupsi dan program prioritas pemerintah.
Ipotnews - Nilai tukar rupiah akhirnya ditutup melemah tipis pada perdagangan Selasa (10/2), seiring meningkatnya kekhawatiran pelaku pasar global terhadap eskalasi geopolitik di Timur Tengah setelah kapal-kapal Amerika Serikat diminta menjauh dari perairan Iran.
Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 15.00 WIB, kurs rupiah ditutup melemah 6 poin atau 0,04% ke level Rp16.811 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan Senin (9/2) di Rp16.805 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai tekanan terhadap rupiah terutama berasal dari faktor eksternal. Departemen Transportasi AS melalui Administrasi Maritim pada hari Senin mengeluarkan imbauan kepada kapal-kapal berbendera AS untuk menjaga jarak sejauh mungkin dari wilayah Iran saat melintasi Selat Hormuz dan Teluk Oman.
Kapal-kapal tersebut bahkan disarankan tetap berada dekat wilayah Oman selama penyeberangan, menyusul meningkatnya risiko penyerbuan oleh pasukan Iran. "Peringatan tersebut menimbulkan kekhawatiran atas ketegangan antara AS dan Iran yang tetap tinggi, bahkan ketika kedua negara mencatat kemajuan selama pembicaraan akhir pekan baru-baru ini dan berjanji untuk terlibat dalam lebih banyak diskusi tentang program nuklir Teheran," tulis Ibrahim dalam publikasi risetnya sore ini.
Meski kedua negara dilaporkan mencatat kemajuan dalam pembicaraan akhir pekan lalu dan sepakat melanjutkan dialog terkait program nuklir Teheran, Iran tetap menolak desakan untuk menghentikan pengayaan nuklirnya, yang menjadi salah satu titik utama perselisihan dengan Washington.
Selain isu geopolitik, pasar juga tengah mencermati rilis sejumlah data ekonomi penting dari negara-negara konsumen minyak terbesar dunia. Di Amerika Serikat, data penggajian non-pertanian (non-farm payrolls) Januari dijadwalkan rilis pada Rabu, disusul data inflasi indeks harga konsumen (CPI) pada Jumat.
"Data-data tersebut juga diperkirakan akan memengaruhi prospek suku bunga AS, terutama di tengah perubahan kepemimpinan yang akan segera terjadi di Federal Reserve," ujar Ibrahim.
Sementara itu, dari Tiongkok, data inflasi CPI juga akan dirilis pada Jumat, menjelang libur panjang Tahun Baru Imlek. Aktivitas perjalanan dan permintaan bahan bakar di Negeri Tirai Bambu diperkirakan meningkat selama periode liburan tersebut, sehingga turut memengaruhi sentimen pasar komoditas dan mata uang global.
Dari dalam negeri, Ibrahim menilai sentimen sebenarnya relatif terjaga oleh kondisi politik yang stabil. Tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto tercatat sangat tinggi. Survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan sebanyak 79,9% responden menyatakan puas terhadap kinerja Prabowo selama 17 bulan memimpin, sebuah angka yang dinilai sangat kuat untuk ukuran approval rating seorang presiden.
Kepuasan publik tersebut ditopang oleh persepsi keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi, program-program kerja yang dinilai konkret, hingga sikap kepemimpinan Presiden Prabowo yang dianggap tegas dan berwibawa. Selain itu, program Makan Bergizi Gratis juga menjadi salah satu faktor yang menopang kepercayaan masyarakat.(Adhitya/AI)
Sumber : admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发