Rupiah Menguat 0,25% Pagi Ini Setelah Penjualan Ritel AS Desember Terekam Stagnan

avatar
· 阅读量 763
  • Rupiah menguat tipis pada Rabu (11/2) pagi ke Rp16.769 per dolar AS, didorong data penjualan ritel AS Desember 2025 yang stagnan dan lebih lemah dari perkiraan.
  • Penguatan rupiah diperkirakan terbatas, karena dolar AS masih mendapat sokongan dari sikap hawkish pejabat The Fed dan pelaku pasar cenderung wait and see jelang rilis data tenaga kerja AS (NFP).
  • The Fed memberi sinyal suku bunga ditahan lebih lama, dengan pejabat Fed Cleveland dan Dallas menegaskan perlunya evaluasi data ekonomi lebih lanjut sebelum mempertimbangkan perubahan kebijakan.

Ipotnews - Data penjualan ritel Amerika Serikat yang stagnan pada Desember 2025 diprediksi membuat kurs rupiah menguat tipis terhadap dolar dalam perdagangan hari ini.
Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (11/2) pukul 09.05 WIB, kurs rupiah sedang diperdagangkan menguat 42 poin atau 0,25% ke level Rp16.769 per dolar AS, dibandingkan posisi penutupan perdagangan Selasa (10/2) di Rp16.811 per dolar AS.
Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan bahwa rupiah diperkirakan menguat terhadap dolar AS yang masih tertekan setelah data penjualan ritel yang lebih lemah dari perkiraan.
"Namun dolar AS tetap mendapat dukungan dari pernyataan hawkish pejabat - pejabat the Fed semalam," kata Lukman saat dihubungi Ipotnews pagi ini melalui pesan WhatsApp.
Namun penguatan kurs rupiah hari ini diperkirakan terbatas. Penyebabnya karena investor cenderung wait and see mengantisipasi data pekerjaan AS NFP malam ini.
"Range kurs rupiah hari ini diperkirakan di kisaran Rp16.750 - Rp16.850 per dolar AS," ujar Lukman.
Penjualan ritel AS secara mengejutkan stagnan pada bulan Desember. Kondisi ini mengindikasikan bahwa daya beli konsumen, yang selama ini menjadi motor penggerak ekonomi, mulai kehilangan tenaga di penghujung tahun.
Data dari Departemen Perdagangan yang dirilis Selasa (10/2) menunjukkan nilai pembelian ritel (tanpa penyesuaian inflasi) hampir tidak bergerak setelah sempat naik 0,6% pada November. Jika sektor otomotif dan stasiun pengisian bahan bakar dikecualikan, angka penjualan tetap menunjukkan tren datar.
Di sisi lain, Gubernur Federal Reserve Bank of Cleveland Beth Hammack pada Selasa tadi malam menyatakan bahwa suku bunga acuan kemungkinan besar akan dipertahankan pada level saat ini dalam jangka waktu yang lebih lama. Langkah ini diambil agar para pejabat bank sentral AS The Fed dapat mengevaluasi data ekonomi terbaru yang masuk secara lebih mendalam.
Senada dengan Hammack, Gubernur The Fed Dallas, Lorie Logan, juga menyuarakan dukungannya untuk menjaga suku bunga tetap tidak berubah, kecuali jika pasar tenaga kerja menunjukkan tanda-tanda pelemahan yang signifikan.(Adhitya/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest