- Harga batu bara turun ke level terendah hampir dua pekan setelah laporan rencana peningkatan produksi di AS.
- Trump disebut akan mengarahkan pembelian listrik dari PLTU batu bara untuk kebutuhan militer dan mengalokasikan dana US$175 juta untuk peningkatan fasilitas.
- Proyeksi impor batu bara China 2026 dipangkas, sementara produksi domestik berpotensi kembali mencetak rekor.
Ipotnews - Harga batu bara merosot di bawah US$115 per ton, menyentuh level terendah dalam hampir dua pekan. Penurunan ini terjadi setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump berencana meningkatkan produksi batu bara domestik dan memperbesar ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga uap ( PLTU ) batu bara guna memenuhi lonjakan permintaan listrik.
Trump dilaporkan akan menginstruksikan Departemen Pertahanan AS untuk membeli listrik dari pembangkit berbasis batu bara guna mendukung operasi militer. Selain itu, pemerintah juga disebut menyiapkan alokasi dana sebesar US$175 juta untuk mendanai peningkatan fasilitas di enam pembangkit.
Di sisi lain, prospek permintaan global turut tertekan setelah China Coal Transportation and Distribution Association memangkas proyeksi impor batu bara China untuk 2026 menjadi 465 juta ton, turun dari perkiraan 480 juta ton yang dirilis tiga pekan sebelumnya.
Asosiasi tersebut juga memperkirakan produksi batu bara domestik China tahun ini mencapai 4,86 miliar ton, naik dari rekor 4,8 miliar ton pada tahun lalu. Bahkan, produksi masih berpotensi meningkat lebih lanjut apabila impor turun tajam.
Revisi proyeksi ini muncul setelah Indonesia mengambil langkah membatasi pengiriman batu bara termal guna menstabilkan harga. Kebijakan tersebut menambah ketidakpastian dalam dinamika pasokan global batu bara di tengah perubahan kebijakan energi di sejumlah negara besar.(Trading Economics)
Sumber : admin
作者:indopremier_id,文章来源indopremier_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。
喜欢的话,赞赏支持一下

暂无评论,立马抢沙发