Tembaga Terkatrol Kejatuhan Dolar, Nikel Pimpin Kenaikan Logam Dasar

avatar
· 阅读量 2,925
  • Harga tembaga naik 0,31% di SHFE dan LME, terdorong pelemahan dolar AS.
  • Permintaan di China melambat menjelang libur Imlek, meski stok tembaga terus meningkat.
  • Logam dasar lain juga menguat, dipengaruhi kebijakan produksi Indonesia dan faktor dolar.

Ipotnews - Harga tembaga berjangka menguat, Rabu, karena dolar AS melemah, meski permintaan melambat menjelang libur Imlek selama sembilan hari di China yang dimulai akhir pekan ini.
Kontrak tembaga paling aktif di Shanghai Futures Exchange ( SHFE ) ditutup naik 0,31% menjadi 102.180 yuan (USD14.782,77) per metrik ton, demikian laporan  Reuters,  di Beijing, Rabu (11/2).
Sementara itu, harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan acuan di London Metal Exchange (LME) bertambah 0,31% menjadi USD13.155 per ton.
Dolar AS menyentuh level terendah sejak 30 Januari, membuat komoditas yang diperdagangkan dalam greenback menjadi lebih terjangkau bagi investor dengan mata uang lain.
Namun, broker China, Galaxy Future, melaporkan permintaan di konsumen utama China melambat setelah kegiatan restocking minggu lalu dan menjelang libur panjang. Trader memperkirakan permintaan akan kembali meningkat pada Maret.
Di sisi persediaan, stok tembaga terus melesat. Pangsa tembaga asal China di LME melorot sepanjang Januari, karena bursa menjadi tempat penyimpanan utama bagi trader dari Amerika dan Asia lainnya.
Meski begitu, stok tembaga asal China secara absolut melonjak 8,77% (month-on-month) menjadi 95.150 ton. Stok tembaga di SHFE mencapai level tertinggi sejak Maret, sedangkan stok tembaga Comex Amerika mencetak rekor 536.563 ton.
Selain tembaga, logam dasar lainnya di SHFE juga mencatat penguatan. Nikel memimpin kenaikan, melambung 4,02% menjadi 139.360 yuan per ton, sementara aluminium bertambah 0,49%, seng (zinc) meningkat 0,57%, timbal (lead) naik 0,39%, dan timah melejit 3,27%.
Di kompleks LME, nikel melompat 1,94% menjadi USD17.830 per ton, aluminium meningkat 0,68%, seng naik 0,62%, timbal menguat 0,18%, dan timah melonjak 1,77%.
Media melaporkan produsen nikel terbesar Indonesia menyetujui kuota tambang sekitar 260 juta hingga 270 juta metrik ton untuk 2026. Jim Lennon, Managing Director Commodities Strategy Macquarie Group, memperingatkan bahwa pengurangan izin pertambangan di sektor batu bara dan nikel berpotensi menurunkan volume produksi dan ekspor.
Kombinasi pelemahan dolar dan kebijakan produksi logam dasar di Indonesia diperkirakan terus menjadi faktor penentu pergerakan harga tembaga dan logam industri lainnya dalam beberapa bulan mendatang. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest