Minyak Menguat, Ketegangan AS–Iran dan Permintaan India Angkat Sentimen

avatar
· 阅读量 3,240
  • Minyak naik didorong risiko geopolitik AS-Iran dan permintaan India.
  • Surplus pasokan menyusut, meski stok AS berpotensi naik.
  • Pasar menanti data EIA untuk arah harga selanjutnya.

Ipotnews - Harga minyak menguat, Rabu, didorong meningkatnya risiko geopolitik terkait negosiasi Amerika dan Iran yang masih rapuh, serta tanda-tanda berkurangnya surplus pasokan berkat membaiknya permintaan dari India.
Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, naik 57 sen atau 0,83% menjadi USD69,37 per barel pada pukul 14.11 WIB, demikian laporan  Reuters,  di Singapura, Rabu (11/2).
Sementara itu, patokan Amerika Serikat, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), meningkat 56 sen atau 0,88% ke posisi USD64,52 per barel.
Analis LSEG dalam laporannya menyebut minyak masih mempertahankan premi risiko (risk premium) seiring ketidakpastian pembicaraan Amerika-Iran. "Risiko di Selat Hormuz tetap tinggi di tengah tekanan sanksi, ancaman tarif terkait perdagangan Iran, serta peningkatan kehadiran militer Amerika di kawasan tersebut."
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Selasa, menyatakan perundingan nuklir dengan AS memungkinkan Teheran mengukur keseriusan Washington dan menunjukkan konsensus yang cukup untuk melanjutkan jalur diplomasi.
Pekan lalu, diplomat kedua negara bertemu di Oman untuk menghidupkan kembali upaya diplomatik, setelah Presiden AS Donald Trump menempatkan armada laut di kawasan itu, memicu kekhawatiran potensi aksi militer baru.
Harga minyak sempat melemah ketika Menteri Luar Negeri Oman menyebut diskusi berjalan produktif. Namun sentimen kembali berubah setelah muncul laporan bahwa AS mempertimbangkan pengiriman kapal induk kedua ke Timur Tengah jika negosiasi gagal, menurut analis ANZ.
Selasa, Trump mengatakan sedang mempertimbangkan langkah tersebut, meski Washington dan Teheran bersiap melanjutkan pembicaraan guna mencegah konflik baru.
Selain faktor geopolitik, harga minyak juga mendapat dukungan dari indikasi menyusutnya surplus pasokan, terutama setelah pasar menyerap kelebihan barel yang terlihat pada kuartal terakhir 2025.
Analis Vortexa, Xavier Tang, mengatakan normalisasi volume minyak global di laut dan meningkatnya permintaan dari India berpotensi menjaga harga tetap stabil dalam jangka pendek.
Pengilangan India dilaporkan mengurangi pembelian minyak Rusia untuk mendukung upaya New Delhi menyegel pakta perdagangan dengan Washington. Sebagai gantinya, India meningkatkan impor minyak dari Timur Tengah dan Afrika Barat.
Pelaku pasar kini menanti rilis data persediaan minyak mingguan Amerika dari Energy Information Administration (EIA) pada Rabu waktu setempat.
Survei  Reuters  memperkirakan rata-rata stok minyak mentah AS naik sekitar 800.000 barel pada pekan yang berakhir 6 Februari. Sebaliknya, stok distilat dan bensin diprediksi turun masing-masing sekitar 1,3 juta barel dan 400.000 barel.
Namun, menurut sumber pasar yang mengutip data American Petroleum Institute (API), persediaan minyak mentah AS melonjak 13,4 juta barel pada periode yang sama. (Reuters/AI)

Sumber : Admin

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest