Serikat buruh dari negara-negara Asia Tenggara berkumpul dalam pertemuan tingkat tinggi ASEAN Trade Union Council (ATUC) yang digelar di Hotel Gran Melia, Jakarta, pada 10-11 Februari 2026. Pertemuan ini membahas sejumlah isu utama yang dihadapi pekerja di kawasan, mulai dari upah layak, perlindungan kerja, hingga praktik union busting.
Dalam forum tersebut, para pimpinan konfederasi buruh ASEAN menekankan pentingnya penguatan kerja sama lintas negara untuk menghadapi tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks, seiring dinamika ekonomi dan politik global. Isu dialog sosial, keadilan industri, serta stabilitas kawasan juga menjadi pembahasan.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea menegaskan perlunya solidaritas buruh ASEAN agar posisi pekerja semakin kuat dalam menghadapi tekanan di dunia kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kepercayaan ini adalah amanah besar. Saya akan mendorong solidaritas buruh ASEAN agar semakin kuat, memperjuangkan upah layak, perlindungan kerja, serta melawan praktik union busting di seluruh kawasan," tegasnya di Jakarta, ditulis Rabu (11/2/2026).
Selain isu ketenagakerjaan, forum juga menyinggung kondisi stabilitas dan demokrasi di kawasan. Andi Gani mencontohkan situasi di Myanmar serta dinamika hubungan antarnegara, termasuk Kamboja dan Thailand, yang dinilai perlu disikapi dengan menjaga persatuan serikat pekerja.
"Kita melihat contoh positif bagaimana rekan-rekan dari konfederasi buruh Thailand dan Kamboja tetap kompak dan bersatu dalam membesarkan ASEAN TUC. Ini menjadi kekuatan kita bersama," ujarnya.
Ia menambahkan, ASEAN TUC diharapkan tetap menjadi wadah bersama bagi pekerja di Asia Tenggara untuk memperjuangkan kepentingan buruh sekaligus menjaga perdamaian kawasan.
"Harapannya ASEAN TUC tetap menjadi tonggak persatuan pekerja Asia Tenggara, perdamaian kawasan tetap terjaga, dan solidaritas terus diperkuat untuk melawan setiap bentuk pelanggaran kemanusiaan yang masih terjadi di kawasan ASEAN," tuturnya.
Pertemuan ini turut dihadiri Sekretaris Jenderal ASEAN TUC Ruben Torres, Director ILO Office Indonesia dan Timor Leste Simrin Singh, serta Secretary General ITUC-AP Shoya Yoshida. ASEAN TUC sendiri merupakan konfederasi serikat pekerja dari seluruh negara anggota ASEAN yang berdiri sejak 1983 dan mewakili lebih dari 20 juta pekerja di kawasan.
Dalam pertemuan tersebut, Andi Gani Nena Wea kembali terpilih sebagai Presiden ASEAN Trade Union Council (ATUC) untuk periode 2026-2031. Ia ditetapkan secara aklamasi dengan dukungan pimpinan konfederasi buruh ASEAN. Posisi Senior Vice President diisi Presiden Konfederasi Buruh Malaysia (MTUC) Dato Halim, sementara Sekretaris Jenderal dijabat Raymond Mendoza dari Filipina.
(fdl/fdl)作者:Fadhly Fauzi Rachman -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发