Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menepis anggapan pengkajian ulang pencabutan izin usaha pertambangan (IUP) Tambang Martabe karena lobi pengusaha. Bahlil menegaskan dirinya tak pernah dilobi siapapun.
Menurutnya rencana pemerintah mengkaji ulang pencabutan IUP Martabe dilakukan secara obyektif, dengan melihat apakah ada pelanggaran atau tidak dari operator Tambang Martabe.
"Nggak ada, nggak ada. Saya nggak pernah dilobi oleh pihak mana pun. Kita obyektif saja," tegas Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahlil kembali menegaskan pengusaha tidak boleh mengatur negara, sebagai timbal balik negara pun tidak akan melakukan hal yang dzalim untuk operasional pengusaha.
"Dalam berbagai kesempatan saya katakan bahwa pengusaha nggak boleh mengatur negara, tapi negara juga nggak boleh dzalim sama pengusaha. Negara membutuhkan pengusaha, pengusaha membutuhkan negara. Ini saling membutuhkan," papar Bahlil.
Baca juga: Pesan Prabowo soal Nasib Tambang Martabe |
Bahlil bilang Presiden Prabowo Subianto juga berpesan agar IUP tambang Martabe yang dioperasikan PT Agincourt Resources bisa dipulihkan apabila tidak ada pelanggaran. Namun, bila pelanggaran dilakukan, sanksi yang proporsional harus diberikan.
"Tadi Bapak Presiden sudah mengarahkan dalam rapat bahwa silakan dicek, kalau memang tidak ada pelanggaran, harus kita pulihkan hak-hak investor. Kalau memang itu ada pelanggaran, ya diberikan sanksi secara proporsional," jelas Bahlil.
Bahlil menekankan peninjauan kembali IUP tambang Martabe dilakukan pemerintah untuk menjaga iklim investasi dan kepastian hukum. Sekaligus untuk menjaga perkembangan dan pertumbuhan ekonomi yang ada di wilayah Sumatera.
(hal/hns)作者:Herdi Alif Al Hikam -,文章来源republika_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发