Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal penyelesaian utang kereta cepat Jakarta-Bandung. Penyelesaian utang kereta cepat pertama di Asia Tenggara itu rencananya memakai duit negara melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Saat ditanya apakah dirinya setuju dengan utang kereta cepat dibayar pakai APBN, Purbaya menegaskan akan melihat dulu persyaratan yang diajukan pihak China.
Sebagai informasi, utang yang harus dibayar untuk kereta cepat mencapai Rp 1,2 triliun/tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat kondisinya di China sepertinya apa, apa persyaratannya dari China," ujar Purbaya saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Istana Pastikan Urusan Utang Kereta Cepat Pakai APBN |
Bendahara Negara menambahkan, jika penyelesaian utang Whoosh benar menggunakan APBN maka ia akan berangkat langsung ke China untuk negosiasi. Tapi, ia menyebut akan memastikan lagi apakah benar ada keterlibatan APBN.
"Kalau saya yang bayar saya akan ke China, saya sendiri. Tapi saya belum tahu, saya akan double check," tuturnya.
Baca juga: Prabowo Ungkap Utang Kereta Cepat Dibayar Rp 1,2 Triliun/Tahun: Duitnya Ada! |
Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Sebelumnya, Prasetyo Hadi menyatakan urusan utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung bakal dibayar APBN. Saat ini proses negosiasi utang sedang melakukan finalisasi yang dilakukan oleh BPI Danantara dan pihak China.
"Kemarin laporan terakhir, rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," ungkap Prasetyo di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (10/2/2026).
"Iya (utang Whoosh tetap dibayar dengan APBN)," tegasnya memastikan ketika ditanya nasib pembayaran utang Whoosh dengan APBN.
(ily/hns)作者:Ilyas Fadilah -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发