RI Mau Bangun Pembangkit Nuklir, Lokasinya Diputuskan Pertengahan Tahun Ini

avatar
· 阅读量 1,622
RI Mau Bangun Pembangkit Nuklir, Lokasinya Diputuskan Pertengahan Tahun Ini
Ilustrasi/Foto: JEAN-PHILIPPE KSIAZEK/AFP
Jakarta

Indonesia segera mempunyai Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan PLTN ini sudah masuk jaringan listrik nasional (on-grid) pada 2032.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi mengatakan ada tahap awal PLTN ini akan dibangun 500 megawatt.

"On-grid-nya 2032. Jadi masuk grid 2032 berarti harus sudah commissioning 2032. Ini target tercepat. Nah dari perencanaan nuklir ada 500 megawatt," ujar Eniya dikutip dari Podcast Bukan Abuleke YouTube Kementerian ESDM, Minggu (15/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, Eniya mengatakan sudah ada dua wilayah yakni Bangka Belitung (Babel) dan Kalimantan Barat (Kalbar) yang cocok dibangun PLTN. Meski begitu, ia mengatakan lokasi tersebut belum final. Adapun keputusan lokasi pembangunan PLTN akan ditetapkan sekitar pertengahan tahun ini. Pararel, saat ini pemerintah juga tengah mematangkan beberapa konsep terkait investasi dalam proyek ini.

Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bakal Dibangun di Babel dan Kalbar

ADVERTISEMENT


"Ini nanti kira-kira sekitar pertengahan tahun ini penetapan lokasi lah, masih dibahas beberapa, tapi sudah dalam proses-proses pembahasan," ujarnya.

"Nah ini baru ada beberapa ini ya konsep ya, financial structure-nya kan harus dibahas tuh. Apakah nanti bisa program G2G atau langsung B2B gitu, itu harus dibahas. masih panjang.

Sebelumnya, Eniya melaporkan terkait pembentukan Organisasi Pelaksana Program Energi Nuklir (Nuclear Energy Program Implementation Organization/NEPIO). Pembentukan NEPIO hanya tinggal menunggu tanda tangan Presiden.

"Perpres sekarang di meja Presiden. Tinggal tunggu turun," ujar Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (7/1).

Eniya menjelaskan setelah Perpres tersebut ditetapkan, Kementerian ESDM merancang aturan pelaksana dalam bentuk Keputusan Menteri (Kepmen).

Dalam Kepmen tersebut akan dibentuk enam kelompok kerja (pokja) dengan tugas berbeda, mulai dari penentuan lokasi, perizinan, hingga pembiayaan program nuklir.

"Setelah nanti Kepmen jalan kan itu ada 6 pokja. Nah masing-masing pokja nya itu kita beri tugas. Itu salah satunya untuk netapin tapak lah, yang satu ngurus perizinan, yang satu ngurus uang, kayak gitu," jelas Eniya.

(acd/acd)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest