Pergerakan harga emas cenderung melemah sepanjang perdagangan Februari tahun ini. Untuk pergerakan domestik, harga emas Antam 24 karat tercatat melemah sekitar Rp 149.000 per gram usai menyentuh level tertingginya pada posisi Rp 3.027.000 per gram di 2 Februari ke Rp 2.878.000 per gram hari ini, Rabu (18/2/2025).
Pelemahan juga terjadi pada harga emas dunia sepekan terakhir. Berdasarkan data TradingView, harga emas dunia juga melemah dalam perdagangan sepekan terakhir dari harga US$ 5.111,67 per troy ons pada 11 Februari ke US$ 4.920,36 per troy ons di 18 Februari 2026.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan harga emas yang terjadi sepanjang Februari terjadi karena adanya aksi ambil untung investor setelah emas menyentuh level tertingginya. Namun, ia menyebut emas belum kehilangan momentum kenaikan harga meski cenderung melemah sepanjang bulan ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak, penurunan/volatilitas belakangan ini terjadi pada skala yg luas pada hampir semua asset. Emas sendiri juga memang tertekan aksi profit taking dari kenaikan yang memang sangat spektakuler," ungkap Lukman kepada detikcom, Rabu (18/2/2026).
Baca juga: 6 Ide Usaha Bulan Ramadan yang Laris dan Menguntungkan |
Ia menjelaskan, masih terbuka ruang peningkatan harga emas domestik secara jangka panjang. Umumnya, harga emas domestik bergerak sejalan dengan harga internasional dan nilai tukar rupiah. Sementara harga emas dunia, diperkirakan masih dapat bergerak hingga US$ 6.000 per troy ons tahun ini.
"Secara harga internasional diperkirakan masih akan naik kurang lebih hingga US$ 6.000 atau 20% tahun ini. Maka harga emas Antam diperkirakan juga naik sebesar itu, kecuali apabila rupiah juga menguat 20% terhadap dolar AS di saat yang sama," imbuhnya.
Dihubungi terpisah, Research & Education Coordinator Valbury Asia Futures, Nanang Wahyudin, menjelaskan saat ini pelaku pasar bereaksi dengan menjual sebagian aset untuk mengamankan keuntungan. Pelemahan harga emas dunia yang terjadi sepekan terakhir dianggap sebagai respons teknis yang wajar terjadi.
"Perkiraan saya emas tidak kehilangan momentum, melainkan sedang 'mengambil napas'. Fondasi makroekonomi yang mendukung emas seperti ketidakpastian geopolitik atau penyesuaian kebijakan bank sentral global biasanya tidak hilang dalam semalam. Penurunan ini lebih bersifat jangka pendek," terang Nanang.
Ia menjelaskan, pergerakan harga emas masih akan dipengaruhi sentimen prospek pemangkasan suku bunga The Fed di tengah melandainya inflasi Amerika Serikat (AS) di Januari pada 2,4% untuk YoY. Kemudian juga potensi memanasnya geopolitik.
"Sangat mungkin Rp 3.000.000 kembali ditapaki. Namun semua bergantung pada beberapa katalis penting. Jika terjadi eskalasi tensi geopolitik baru atau data ekonomi global yang memburuk, investor akan kembali memburu emas, mendorong harga dunia kembali ke atas US$ 5.100," jelasnya.
Nanang menambahkan, harga emas Antam saat ini bisa menjadi momentum investor ritel untuk kembali masuk ke instrumen investasi ini. Akumulasi beli juga busa mendorong kenaikan harga emas ke depan.
Meskipun secara jangka pendek harga emas mengalami tekanan, menurutnya masih terbuka ruang bagi harga emas Antam tembus ke level Rp 3 juta. Pasalnya, harga tersebut sudah menjadi level psikologis yang sangat mungkin diuji kembali.
"Harga di kisaran Rp 2,8 juta bisa menjadi titik masuk (entry point) yang menarik bagi investor ritel yang sebelumnya merasa harga Rp 3 juta terlalu mahal. Akumulasi beli di level ini dapat mendorong harga naik kembali," pungkasnya.
Lihat juga Video: Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp 100.000/Gram!
[Gambas:Video 20detik]
作者:Andi Hidayat -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发