Bekali Warga Mitigasi Bencana, Ini Sinergi Harita Nickel-Pemerintah Malut

avatar
· 阅读量 1,562
Bekali Warga Mitigasi Bencana, Ini Sinergi Harita Nickel-Pemerintah Malut
Foto: dok. Harita Nickel
Jakarta

Tingginya potensi bencana hidrometeorologi di Provinsi Maluku Utara (Malut) mendorong pentingnya penguatan kapasitas masyarakat, khususnya di wilayah yang rawan banjir dan terdampak perubahan cuaca ekstrem.

Tak hanya berfokus pada respons saat bencana terjadi, perusahaan tambang terintegrasi Harita Nickel juga mengambil langkah preventif dengan menggelar pelatihan kesiapsiagaan di tingkat desa, guna meningkatkan kemampuan warga dalam menghadapi risiko sejak dini.

Pada 19 Desember 2025 lalu, Harita Nickel menggelar Pelatihan Tanggap Bencana di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Malut. Desa ini merupakan wilayah terdekat dengan area operasional perusahaan sekaligus termasuk kawasan yang memiliki risiko bencana hidrometeorologi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adapun Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang perusahaan dalam memperkuat ketahanan masyarakat. Dalam kegiatan itu, dibentuk Tim Siaga Bencana Desa (TSBD) yang melibatkan 51 warga sebagai garda terdepan dalam kesiapsiagaan di tingkat komunitas.

Kegiatan ini dipimpin oleh BPBD Halsel dan melibatkan Stasiun Meteorologi Oesman Sadik, Kantor SAR Ternate, Puskesmas Pembantu, hingga Pondok Bersalin Desa. Kolaborasi multipihak tersebut dirancang agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melakukan simulasi penanganan darurat secara langsung.

ADVERTISEMENT

Kepala Seksi Kesejahteraan Pemerintah Desa Kawasi, Bambang Bakir menilai pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi perubahan cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi.

"Latihan ini penting agar masyarakat siap menghadapi dampak perubahan cuaca dan potensi bencana alam di Desa Kawasi. Pembentukan Tim Siaga Bencana Desa memperkuat peran warga sebagai pelaku utama kesiapsiagaan," ujarnya beberapa waktu lalu.

Selain itu, langkah preventif ini menjadi cerminan kontribusi berkelanjutan perusahaan dalam membangun ketahanan komunitas, tidak sekadar hadir saat bencana terjadi, tetapi juga menyiapkan masyarakat agar lebih siap menghadapi risiko di masa depan.

Sebelumnya, Harita Nickel juga sudah berkolaborasi dengan Disaster Risk Reduction Center Universitas Indonesia (DRRC UI) dalam program 'Kawasi Siaga Bencana' yang digelar di Desa Kawasi. Kegiatan ini berlangsung selama beberapa hari dan melibatkan ratusan peserta yang terdiri dari warga, pelajar, aparat desa, hingga unsur perusahaan.

Program tersebut mencakup pelatihan mitigasi bencana, pemadaman api ringan, pertolongan pertama (P3K), serta simulasi evakuasi gempa dan tsunami. Seluruh materi disusun berdasarkan kajian risiko wilayah yang menunjukkan potensi ancaman gempa bumi, banjir, angin kencang, dan gelombang pasang di kawasan tersebut.

Kolaborasi ini tak hanya bersifat satu kali kegiatan. Program serupa telah berlanjut dalam beberapa tahap, sebagai bagian dari penguatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan agar terbentuk sistem kesiapsiagaan berbasis komunitas di Kawasi

Respons Cepat Saat Bencana Terjadi

Upaya penguatan kapasitas tersebut menjadi semakin relevan ketika banjir melanda sejumlah wilayah di Malut pada awal 2026. Kecamatan Ibu di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) serta Desa Yaba di Halsel menjadi dua wilayah yang terdampak cukup parah.

Diketahui, Malut memiliki potensi bencana hidrometeorologi yang tinggi. Pada semester pertama 2025 tercatat 76 kejadian bencana hidrometeorologi basah, termasuk banjir di 48 kecamatan. Kabupaten Halsel menjadi wilayah paling sering terdampak dengan 19 kejadian.

Gubernur Malut, Sherly Tjoanda Laos menyebut pendangkalan sungai serta sistem drainase yang belum optimal menjadi salah satu faktor pemicu banjir.

Dalam situasi darurat tersebut, sinergi pemerintah daerah dan sektor swasta menjadi krusial untuk mempercepat penanganan serta pemulihan. Harita Nickel bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik sekaligus menerjunkan Emergency Response Team (ERT) ke wilayah terdampak.

Logistik dan Tim Medis Turun ke Halmahera Barat

Bekali Warga Mitigasi Bencana, Ini Sinergi Harita Nickel-Pemerintah MalutHarita Nickel Menyelenggarakan Simulasi Tanggap Bencana di Desa Kawasi Foto: dok. Harita Nickel

Di Kecamatan Ibu, Halmahera Barat, Harita Nickel menyalurkan bantuan pangan berupa beras 5 kilogram, mie instan, dan air mineral. Selain itu, perusahaan juga membagikan matras sebagai alas tidur serta ratusan paket obat-obatan yang diserahkan langsung ke Puskesmas setempat.

Tak hanya bantuan barang, tim ERT yang terdiri dari personel rescue dan tenaga medis turut diterjunkan untuk membantu evakuasi dan penanganan kesehatan warga.

Langkah cepat tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah daerah. Kepala Pelaksana BPBD Halmahera Barat, Gunawan MT. Ali menilai, dukungan dari sektor swasta sangat membantu percepatan penanganan di tujuh kecamatan terdampak.

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, kami menyampaikan terima kasih kepada Harita Nickel. Bantuan logistik ini akan langsung kami salurkan kepada warga yang membutuhkan di tujuh kecamatan terdampak," ujar Gunawan beberapa waktu lalu.

Dari sisi kewilayahan, dampak banjir dinilai cukup signifikan. Camat Ibu, Warjin Hi. Soleman menjelaskan bahwa jumlah warga terdampak mencapai lebih dari seribu jiwa dan membutuhkan perhatian lintas sektor agar stabilitas kondisi masyarakat tetap terjaga.

"Secara akumulatif terdapat 1.593 jiwa atau 497 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung. Meski kebutuhan pangan darurat mulai teratasi lewat dapur umum TNI-Polri dan Tagana, kehadiran tim medis serta bantuan perlengkapan tidur dari Harita Nickel menjadi dukungan vital bagi stabilitas kondisi warga," jelasnya.

Lebih lanjut, di tingkat desa, persoalan kesehatan menjadi perhatian utama. Kepala Desa Tongute Ternate, Said Sania mengatakan sejak hari pertama banjir warga mulai mengeluhkan gangguan kesehatan.

"Keluhan seperti gatal-gatal, demam, dan batuk muncul sejak hari pertama. Kehadiran paramedic dan bantuan obat-obatan Harita Nickel sangat membantu meringankan beban psikis warga kami," ungkapnya.

Bagi warga terdampak, situasi tersebut bukan hanya soal kehilangan materi, tetapi juga tekanan emosional dan kesehatan keluarga. Sukarni Siu, salah satu penyintas, menggambarkan beratnya kondisi yang ia alami di tengah bencana.

"Ini situasi yang sangat berat. Mengurus rumah, suami yang sakit, dan memikirkan anak yang diamputasi di tengah bencana. Saya sangat berharap ada bantuan untuk kesembuhan suami dan anak saya," jelasnya.

Hal serupa dirasakan warga lainnya, Arfia Jalal, yang menyebut banjir kali ini sebagai yang paling parah sepanjang ia tinggal di desa tersebut.

"Banjir kali ini adalah yang terparah di desa kami. Seluruh peralatan dapur dan pakaian punya saya hanyut tak bersisa. Badan saya sakit semua karena kejadian itu, tapi syukurnya sudah diperiksa dan diberi obat oleh tim medis Harita," katanya.

Bantu Perbaikan Rumah di Desa Yaba

Bekali Warga Mitigasi Bencana, Ini Sinergi Harita Nickel-Pemerintah MalutHarita Nickel Menyelenggarakan Simulasi Tanggap Bencana di Desa Kawasi Foto: dok. Harita Nickel

Sementara itu, di Desa Yaba, Halsel, bantuan difokuskan pada pemulihan rumah warga. Harita Nickel menyalurkan 400 sak semen dan 150 lembar seng untuk membantu perbaikan hunian dan fasilitas umum yang rusak.

Kepala Desa Yaba, Meyer Repe mengatakan bantuan tersebut akan dikelola secara terkoordinasi bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD), agar penggunaannya tepat sasaran dan benar-benar menjawab kebutuhan prioritas warga.

"Bantuan dari Harita Nickel sangat membantu warga Desa Yaba yang rumahnya terdampak banjir, bantuan ini kami terima dan kami akan manfaatkan untuk memperbaiki rumah warga dan fasilitas umum yang rusak. Bantuan dari Harita Nickel ini sangat bermanfaat, jadi sebagai kepala desa, saya akan koordinasikan kepada BPD untuk menggunakan bantuan ini dengan baik. Sebagai Pemerintah Desa Yaba dan mewakili seluruh masyarakat menyampaikan rasa terima kasih kepada Harita Nickel atas bantuan yang diberikan," ujarnya.

Bagi warga, bantuan bahan bangunan menjadi angin segar di tengah proses pemulihan. Yohan Galela mengaku kerusakan rumahnya cukup berat dan membutuhkan perbaikan menyeluruh.

"Rumah saya mengalami kerusakan cukup berat. Saya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada Harita Nickel atas kepedulian mereka yang sudah membantu kami. Bantuan ini sudah pasti akan sangat membantu kami yang terdampak banjir. Kami akan manfaatkan bantuan ini dengan sebaik mungkin," katanya.

Selain itu, warga lainnya yakni Kres Bidoro dan Silas Sahepea juga menilai bantuan tersebut berbeda dari bantuan sebelumnya yang mayoritas berupa bahan pokok.

"Terima kasih kepada Harita Nickel karena lewat bantuan ini kami dapat memperbaiki pondasi dan dinding rumah yang rusak akibat banjir. Bantuan dari Harita Nickel ini sangat membantu kami karena sejak banjir lalu bantuan yang didatangkan semuanya dalam bentuk bahan pokok, baru Harita Nickel yang memberikan bantuan berupa bahan bangunan, jadi sekali lagi terima kasih Harita Nickel," ungkapnya.

Melalui langkah tanggap darurat dan penguatan kapasitas masyarakat, Harita Nickel menegaskan komitmennya untuk hadir sebagai bagian dari masyarakat Malut, tidak hanya dalam aktivitas operasional, tetapi juga saat warga membutuhkan dukungan nyata.



Video Tito Sebut Ada Pemda Nggak Kompak Koordinasi Antisipasi Bencana

Video Tito Sebut Ada Pemda Nggak Kompak Koordinasi Antisipasi Bencana


(prf/ega)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest