Presiden Prabowo Subianto menyatakan, Indonesia tak pernah gagal bayar utang alias default. Hal ini disampaikan Prabowo di depan para pengusaha Amerika Serikat (AS) dalam Gala Iftar Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026) waktu setempat.
"Kami telah mengelola ekonomi kami dengan bijaksana selama bertahun-tahun. Kami tidak pernah gagal bayar (default), sekalipun dalam sejarah kami. Kami tidak pernah gagal membayar utang kami," tegas Prabowo dalam forum tersebut.
Dalam budayanya, Prabowo memaparkan setiap adanya pergantian kepemimpinan, pemerintah baru akan selalu ikut melanjutkan pembayaran utang rezim sebelumnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Freeport Dapat Izin Tambang hingga 2041, Prabowo Jaga Hubungan Baik dengan AS |
"Pemerintahan-pemerintahan berikutnya akan selalu menghormati utang dari pemerintahan sebelumnya, meskipun mereka mungkin merupakan lawan politik yang keras satu sama lain. Tradisi dalam masyarakat kami adalah menghormati kewajiban kami," sebut Prabowo.
Bank Indonesia (BI) sendiri mencatat Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV-2025 mencapai US$ 431,7 miliar atau setara Rp 7.298 triliun (kurs Rp 16.906). Jumlah itu naik dibandingkan posisi pada triwulan III-2025 yang senilai US$ 427,6 miliar.
Rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 29,9% pada triwulan IV 2025. Besaran itu didominasi ULN jangka panjang dengan pangsa 85,7% dari total ULN.
Lebih rinci dijelaskan, ULN pemerintah pada triwulan IV-2025 sebesar US$ 214,3 miliar atau naik dibandingkan posisi triwulan III-2025 yang senilai US$ 210,1 miliar. Kenaikan dipengaruhi oleh aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) internasional.
(acd/acd)作者:Herdi Alif Al Hikam -,文章来源detik_id,版权归原作者所有,如有侵权请联系本人删除。
风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

暂无评论,立马抢沙发