RI Borong Minyak-Gas AS Rp 253 T, ESDM Pastikan Setop Impor Solar Tetap Jalan

avatar
· 阅读量 1,166
RI Borong Minyak-Gas AS Rp 253 T, ESDM Pastikan Setop Impor Solar Tetap Jalan
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden AS Donald Trump sepakati tarif dagang kedua negara.Foto: Dok. Instagram/sekretariat.kabinet
Jakarta

Indonesia mengimpor minyak dan gas (Migas) dari Amerika Serikat (AS) senilai US$ 15 miliar atau Rp 253,32 triliun (kurs Rp 16.888/dolar AS) per tahunnya.

Hal ini merupakan bagian dari kesepakatan dagang terkait tarif resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART) yang diteken Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Kamis (19/2) pagi waktu AS.

Meski demikian, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan kebijakan ini tidak mengubah komitmen pemerintah untuk memperkuat kemandirian energi nasional, termasuk target menghentikan impor solar tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi idak melepaskan bahwa kita harus mengedepankan kemandirian energi kita dalam hal komitmen pak menteri untuk setop impor solar dan lain-lain tetap jalan, ini satu hal yang berbeda," kata Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta (20/2/2026).

Anggia mengatakan kesepakatan impor migas dari AS merupakan bagian dari upaya menyeimbangkan tarif perdagangan kedua negara.

ADVERTISEMENT

"Yang jelas ini sesuai dengan kesepakatan yang sudah dilakukan dengan as dalam rangka menyeimbangkan tarif perdagangan kedua belah pihak dan akhirnya kita harus bersepakat membeli BBM dari Amerika," ujar Anggia.

Baca juga: Efek Kesepakatan Prabowo-Trump, RI Borong Minyak AS Rp 253 Triliun

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bilang Indonesia akan menghentikan impor solar, bensin nonsubsidi, dan avtur. Rencana ini disampaikannya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XII DPR RI, Kamis (22/1/2026).

Bahlil menjelaskan langkah awal adalah menyetop impor solar jenis C48 mulai tahun ini. Langkah ini seiring berjalannya program mandatory biodiesel serta beroperasinya kilang terintegrasi atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Total konsumsi kita sekarang untuk solar itu kurang lebih sekitar 38 sampai 39 juta kiloliter (KL) per tahun. Nah, dengan produksi sekarang di Pertamina yang RDMP di Balikpapan, akumulasi konsumsi B40 totalnya sekarang kita surplus kurang lebih sekitar 1,4 juta kiloliter. Oleh karena kita surplus 1,4 juta kiloliter maka 2026 kita tidak lagi, saya ulangi, tidak lagi kita melakukan impor solar," terang Bahlil.

Selain itu, untuk solar jenis C51, akan disetop mulai semester II-2026. Sekitar enam bulan pertama tahun ini, C51 masih akan diimpor.

Setelah solar, Bahlil bilang impor bensin nonsubsidi RON 92, RON 95, dan RON 98 mulai disetop pada 2027. Khusus bensin subsidi masih akan diimpor.

"Kemudian untuk 2026 ini juga telah kita merancang untuk 2027 tidak lagi kita melakukan impor bensin yang RON 92, 95, 98. Nah, ini kita akan selesaikan nanti di akhir 2027 supaya apa? Kita tidak lagi terlalu banyak mengimpor produk, tapi nanti yang kita kedepankan adalah kita impor adalah crude-nya," jelas Bahlil.

Terakhir, setop impor avtur pada 2027. Kementerian ESDM bersama Pertamina tengah mengupayakan konversi surplus solar yang 1,4 juta KL untuk menjadi bahan baku avtur.

"Avtur juga demikian. Jadi avtur untuk 2026 sekarang kami dengan Pertamina bekerja keras agar kelebihan solar yang 1,4 juta dikonversi menjadi bahan baku dalam membangun avtur agar 2027 betul-betul kita sudah tidak melakukan impor avtur," pungkas Bahlil.

(hrp/hns)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest