Barang Impor Murah Banjiri Toko Online, Mendag Siapkan Aturan Baru

avatar
· 阅读量 1,746
Barang Impor Murah Banjiri Toko Online, Mendag Siapkan Aturan Baru
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso/Foto: Aulia Damayanti/detikcom
Jakarta

Platform belanja online atau e-commerce dibanjiri produk impor dengan harga murah. Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso telah menerima keluhan serupa dari pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Budi mengatakan produk tekstil, seperti hijab impor dijual dengan harga yang jauh di bawah biaya produksi dalam negeri.

"Memang banyak dari UMKM menyampaikan bahwa produk-produk seperti hijab, terus yang lain-lain lah. Itu harganya memang jauh di bawah produk-produk UMKM ya," kata Budi di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (20/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Barang Impor Murah Banjiri Toko Online, Pemerintah Siapkan Jurus Ini

Budi menegaskan pihaknya bakal menelusuri penyebab utama kenapa harga produk impor tersebut bisa sangat murah. Jika terindikasi barang ilegal atau selundupan, ia memastikan tidak ada ampun bagi para pelanggar. Namun, jika barang tersebut masuk secara legal dan tetap sangat murah karena dari negara asal yang rendah, Kemendag akan mengatur melalui platform digital.

ADVERTISEMENT

"Kalau dia memang benar impor resmi, artinya nggak ilegal, karena memang dari sananya sudah murah ya, ya kita coba ingin mencoba nanti bareng-bareng dengan e-commerce ya. Coba kita utamakan supaya produk-produk UMKM kita itu lebih banyak atau diutamakan di e-commerce," imbuh Budi.

Kemendag tengah mengkaji revisi Permendag Nomor 31 Tahun 2023 yang mengatur soal perizinan berusaha, periklanan, pembinaan, dan pengawasan pelaku usaha dalam perdagangan melalui sistem elektronik. Budi menyebut koordinasi dengan kementerian dan lembaga (K/L) teknis terus dilakukan.

Meski begitu, Budi belum bisa merinci secara detail poin-poin apa saja yang akan diubah, termasuk soal besaran pengenaan biaya admin dan kewajiban algoritma yang mengutamakan produk lokal.

"Ya nanti di peraturan, di Permendag-nya. Kita sesuaikan lagi. Ini yang belum ketemu, seperti apa mau diaturnya. Apakah harus diutamakan UMKM atau apa nanti? Saya belum bisa ngomong ya, karena belum sepakat," terang Budi.

(rea/ara)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest