Impor 105.000 Mobil Pickup Dinilai Bertentangan dengan Komitmen Prabowo

avatar
· 阅读量 1,995
Impor 105.000 Mobil Pickup Dinilai Bertentangan dengan Komitmen Prabowo
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) A Iman Sukri/Foto: Dok. Pribadi
Jakarta

Rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) mengimpor 105.000 mobil pickup dari India disorot Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) A Iman Sukri. Menurutnya, rencana impor pikap bertentangan dengan kebanggaan sekaligus komitmen Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan kemandirian produksi kendaraan dalam tempo tiga tahun ke depan.

"Presiden Prabowo sangat bangga menggunakan kendaraan produksi lokal, bahkan seluruh menteri dan pejabat pemerintah diarahkan menggunakan Maung, didorong untuk tidak menggunakan produk asing. Itu sebagai wujud kebanggaan dan komitmen penggunaan produk dalam negeri. Kok masih ada kementerian yang mewacanakan impor kendaraan," katanya dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Iman, untuk mempercepat produksi kendaraan buatan lokal, Presiden Prabowo telah menyiapkan anggaran dan lahan untuk pabrik. Itu semua, kata dia, bertujuan membangun rasa percaya diri dan nasionalisme, bahwa Indonesia mampu memproduksi kendaraan berkualitas tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Faktanya, kapasitas industri otomotif nasional masih sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan kendaraan komersial, termasuk pikap. Bahkan, kendaraan niaga ringan jenis pikap merupakan unggulan dalam negeri, tak hanya memenuhi kebutuhan domestik, melainkan ekspor," ucapnya.

Baca juga: RI Mau Impor 105.000 Mobil Pickup, Padahal Bisa Produksi Sendiri 1 Juta Unit

ADVERTISEMENT

Ketua Bidang Komunikasi Informasi Teknologi Dewan Pengurus Pusat Partai Kebangkitan Bangsa (DPP PKB) itu juga mengingatkan bahwa dengan anggaran negara yang terbatas, daya beli melemah, ditambah tekanan ekonomi global, pemerintah harus lebih ekstra berhati-hati dalam melakukan urusan belanja, belanja apapun itu.

"BUMN harus berhati-hati dalam menggunakan uang rakyat. Kalaupun ingin belanja, harus ada multiplier effects bagi perekonomian Indonesia. Jangan sampai menguntungkan golongan tertentu dan orang tertentu," kata Iman.

Ia mengingatkan bahwa fasilitas dan ekosistem industri dalam negeri masih sangat kuat. Terlebih kapasitas produksi otomotif yang belum terpakai sepenuhnya.

"Sebetulnya tidak ada alasan untuk melakukan impor kendaraan niaga, negara kita sangat kuat dalam membuat kendaraan niaga jenis apapun itu, termasuk pikap. Dan ini juga bertentangan dengan UU Perindustrian No 3 tahun 2014," ucapnya.

Baca juga: Tiga Alasan Agrinas Impor Mobil Pickup India buat Kopdes Merah Putih

Ia berharap Agrinas Pangan bijak menggunakan uang rakyat dalam berbelanja. Ia juga menyoroti kemampuan industri dalam negeri memproduksi mobil pickup.

"Setahu saya berdasarkan data produsen otomotif dalam negeri, kapasitas produksi dalam negeri sangat besar mencapai hingga 2,5 juta kendaraan termasuk pikap. Kalau kita mampu membuat kendaraan sendiri kenapa harus impor," ujar Iman.

Seperti diketahui, Agrinas Pangan mau mengimpor 105.000 unit mobil dari India untuk kebutuhan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Impor itu terdiri dari 35.000 unit mobil pikap ukuran 4x4 dari produsen Mahindra & Mahindra Ltd. (M&M), serta 35.000 unit pikap 4x4, dan 35.000 unit truk roda enam dari Tata Motors.

(ada/ara)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest