Bursa Pagi: Asia Dibuka Mixed, IHSG Berpotensi Masuk Jalur Hijau

avatar
· 阅读量 766
  • Bursa Asia bergerak mixed merespons pembatalan tarif Trump oleh Mahkamah Agung AS, meski pasar tetap mencermati rencana kenaikan tarif menjadi 15%.
  • Kospi melonjak ke rekor tertinggi, sementara ASX 200 berbalik melemah dan futures Hang Seng menguat; pasar China dan Jepang libur.
  • IHSG diproyeksikan menguat dengan support 8.200-resistance 8.400, ditopang sentimen reformasi pasar, musim dividen, dan penguatan EIDO 1,49%.

Ipotnews - Bursa saham Asia membuka sesi perdagangan pekan terakhir Februari 2026, Senin (23/2) dengan bergerak  mixed,  berusaha melanjutkan tren positif pergerakan indeks acuan pada penutupan bursa saham utama Eropa dan Wall Street akhir pekan lalu.
Pasar merespons positif keputusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian besar kebijakan tarif global Presiden AS Donald Trump yang diberlakukan berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Darurat Ekonomi Internasional (IEEPA) 1977. Namun tetap mengamati kelanjutan dram tarif AS, setelah Trump yang mengumumkan kenaikan tarif global menjadi 15% dari 10%, pasca keputusan MA.
Menurut Kepala Ekonom Rystad Energy Claudio Galimberti, mitra dagang AS belum sepenuhnya bebas dari risiko karena kerangka tarif secara luas masih tetap berlaku.Jika batas tarif tertinggi diterapkan tanpa pengecualian IEEPA sebelumnya, rata-rata tarif bisa naik lebih tinggi dibandingkan struktur yang baru saja dibatalkan Mahkamah Agung, ujarnya seperti dikutip laman CNBC .
Perdagangan saham hari ini dibuka dengan mencatatkan oenguatan indeks ASX 200, Australia sebesar 0,17%. Indeks berlanjut berbalik melorot 0,66% (-59,90 poin) ke 9.021,50 pada pukul 8:20 WIB.
Pada jam yang sama indeks Kospi, Korea Selatan bergerak melaju 1,44% ke level 5.892,38, setelah dibudengan melonjak 1,7% ke rekor tertinggi baru dan Kosdaq meningkat 0,74%.
Saham-saham berkapitalisasi besar seperti SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing melompat lebih dari 3% dan 2,11%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 26.855, lebih tinggi dibanding penutupan terakhir di 26.413,35.
Pasar di China dan Jepang tutup karena libur nasional.
Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini diperkirakan akan berpeluang menguat kembali, setelah mengakhiri sesi perdagangan pekan lalu dengan menurun tipis 0,02% di 8.271,76. Harga ETF saham Indonesia,  iShares MSCI Indonesia ETF    ( EIDO ), di New York Stocks Exchange melonjak 1,49% ke level USD18,06.
Beberapa analis memperkirakan IHSG berpotensi menguat. Perkembangan terbaru berpotensi kembali mengangkat sentimen terhadap Indonesia setelah polemik MSCI dan Moody's yang sempat menekan kepercayaan investor pada kuartal pertama 2026.
Pasar juga masih akan dibayangi sejumlah katalis lain, mulai dari rilis laporan keuangan, momentum Ramadan dan Lebaran, hingga musim pembagian dividen yang kerap menjadi perhatian investor.
Laju IHSG sepanjang pekan ini diproyeksikan akan sangat dipengaruhi oleh sentimen terkait pembaruan proses finalisasi antara Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan MSCI .
Secara teknikal indeks akan bergerak dalam kisaran level  support  8.200 dan  resistance  8.400, dan belum akan mengalami reversal, selama posisinya masih berada di bawah level 8.400.
Amerika Serikat dan Eropa
Perdagangan saham di bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup menguat. Mahkamah Agung AS membatalkan tarif Trump yang disusun berdasarkan undang-undang federal untuk keadaan darurat nasional. Ribuan perusahaan bersiap mengajukan gugatan pengembalian tarif yang sudah mereka bayar. Namun Trump tetap berencana menerapkan tarif 10% selama 150 hari. Investor menilai, keputusan MA mengurangi ketidakpastian. Ekonomi AS melambat pada kuartal IV, inflasi Desember meningkat.
Mayoritas sektor di S&P 500 menguat, dipimpin sektor layanan komunikasi (+2,65%), dan konsumen diskresioner (+1,27%. Saham Apple, Amazon dan Alphabet melonjak antara 1,5%-3,7%. Saham perusahaan AS yang terdampak tarif naik antara 0,5% hingga 2,3%. Akamai Technologies rontok 14%. Secara mingguan S&P 500 dan Nasdaq melaju 1,08%dan 1,51%, Dow Jones naik 0,25%
  • S&P 500 meningkat 0,69% (47,61 poin) ke 6.909,51.
  • Nasdaq melaju 0,90% (203,34 poin) ke 22.886,07.
  • Dow Jones Industrial Average naik 0,47% (230,81 poin) ke 49.625,97.

Bursa saham utama Eropa juga menutup perdagangan pekan lalu dengan melaju, setelah Mahkamah Agung AS membatalkan tarif global Trump. Investor menyambut positif putusan tersebut meski ketidakpastian tarif dinilai belum sepenuhnya hilang. Data menunjukkan aktivitas bisnis zona euro tumbuh lebih cepat dari perkiraan, dan sektor manufaktur kembali berekspansi.
Indeks STOXX 600 meningkat 0,8% ke rekor 630,56. Sektor barang pribadi dan rumah tangga melonjak 2,2%. Saham barang mewah melompat 2,9%, dipimpin Moncler (13,4%). Saham energi turun 0,6%. Saham perbankan menjadi salah satu kinerja terbaik pekan ini melesat sekitar 5%. Secara mingguan, STOXX mencatat kenaikan terbesar sejak awal Januari didukung prospek laba yang membaik.
  • DAX Jerman meningkat 0,87% (217,12 poin) ke 25.260,69.
  • FTSE Inggris naik 0,56% (59,85 poin) menjadi 10.686,89.
  • CAC Prancis melonjak 1,39% (116,71 poin) ke 8.515,49.

Nilai Tukar Dolar AS
Kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang dunia di pasar uang New York akhir pekan lalu ditutup sedikit melemah, setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif Trump. Dolar sempat menguat setelah rilis data inflasi inti PCE (+0,4% mom dan 3% yoy) dan data PDB kuartal IV AS hanya tumbuh 1,4% (jauh di bawah ekspektasi 3% ), yang meredam ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed. Indeks dolar turun tipis 0,09% di 97,80.
Euro menguat namun secara minggu melemah terhadap dolar. Survei bisnis menunjukkan aktivitas zona euro meningkat lebih cepat dari perkiraan pada bulan ini. Sektor manufaktur kembali tumbuh untuk pertama kalinya sejak Oktober, meskipun sektor jasa sedikit di bawah ekspektasi. Poundsterling sedkit menguat meski mencatat penurunan mingguan terdalam sejak Januari 2025. Dolar menguat terhadap yen.
Kurs spot dolar

Currency

Value

Change

% Change

Euro (EUR-USD)

1.1784

0.00

0.09%

Yen (USD-JPY)

155.05

0.04

0.03%

Poundsterling (GBP-USD)

1.3480

0.00

0.11%

Rupiah (USD-IDR)

16,888

6.00

0.04%

Yuan (USD-CNY)

6.9048

0.00

0.05%

Sumber : Bloomberg.com, 20/2/2026 (ET)
Komoditas
Harga minyak mentah West Texas Intermediate sedikit menurun, dan Brent North Sea sedikit menguat pada sesi penutupan pasar pekan lalu. Pedagang dan investor meningkatkan pembelian opsi beli ( call options ) minyak Brent beberapa hari terakhir, mencerminkan spekulasi kenaikan harga. Pasar mencermati ketegangan AS-Iran, terutama risiko gangguan pasokan melalui Selat Hormuz yang dilalui sekitar 20% minyak global.
Stok minyak mentah AS turun 9 juta barel karena kenaikan ekspor dan aktivitas kilang. Brent dan WTI melonjak lebih dari 5% sepanjang pekan ditopang kekhawatiran potensi serangan militer AS terhadap Iran. Namun pasar juga memperhitungkan potensi kenaikan produksi OPEC + mulai April. Analis memperkirakan surplus pasokan berlanjut hingga akhir 2025, kecuali ada pemangkasan produksi signifikan
  • Harga Brent berjangka naik tipis 10 sen (0,14%) di USD71,76 per barel.
  • Harga WTI berjangka turun tipis 4 sen (-0,06%) di USD66,39 per barel.

Harga emas di bursa berjangka AS akhir pekan lalu ditutup melonjak lebih dari 1%. Kenaikan harga emas didukung data PDB AS kuartal IV yang hanya tumbuh 1,4%, jauh di bawah ekspektasi 3%.vInflasi PCE Desember naik 0,4%, di atas ekspektasi kenaikan 0,3%, namun ketidakpastian ekonomi tetap menopang emas. Trump mengumumkan tarif global 10% selama 150 hari setelah Mahkamah Agung membatalkan tarif "Liberation Day".
Pelaku pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini, mulai Juni. Statusnya emas sebagai  safe-haven  semakin meningkat di tengah volatilitas geopolitik dan ekonomi. Harga logam mulia lainnya juga melonjak; perak melesat 5,8% ke USD82,92 per ounce, platina meloncat 4,5% ke USD2.163,53, dan paladium melompat 4% ke USD1.751,70.
  • Harga emas di pasar spot melonjak 1,5% ke USD5.071,48 per ounce.
  • Harga emas berjangka AS melompat 1,7% ke USD5.080,90 per ounce

(AFP, CNBC , Reuters)

风险提示:本文所述仅代表作者个人观点,不代表 Followme 的官方立场。Followme 不对内容的准确性、完整性或可靠性作出任何保证,对于基于该内容所采取的任何行为,不承担任何责任,除非另有书面明确说明。

喜欢的话,赞赏支持一下
回复 0

暂无评论,立马抢沙发

  • tradingContest